Surabaya (beritajatim.com) – Tentu setiap orang ingin punya item fashion mewah agar dapat menarik perhatian. Salah satunya, punya sepatu bermerek dengan harga selangit.
Contohnya sepatu kets Balenciaga Paris High Top yang dibanderol dengan harga US$625, setara Rp9.150.312,50. Tapi apakah ada yang mau mengeluarkan uang tiga kali lipat lebih banyak untuk sepasang sepatu terlihat seperti barang bekas dan rusak?
Dikutip dari Odditycentral.com, baru-baru ini Balenciaga membanderol Sepatu Kets Balenciaga Paris High Top versi rusak berat. Koleksi satu itu dikenakan harga hampir tiga kali lipat.
Sulit untuk menjelaskan alasannya, karena mereka terlihat seperti seseorang yang baru saja mengambil sepasang sepatu kets Converse usang, memakainya setiap hari selama satu tahun atau lebih dan kemudian menempelkan nama ‘Balenciaga’ pada mereka.
Foto-foto promosi yang dikeluarkan oleh rumah mode tersebut telah memicu kontroversi di media sosial, dengan orang-orang bertanya-tanya apakah Balenciaga hanya mempermainkan penggemarnya pada saat ini, dan yang lain mencoba memahami mengapa ada orang yang membayar US$1.850 atau setara dengan RP27.088.255 untuk sepatu barunya yang “hancur lebur” .
Warganet pun banyak merespon sepatu keluaran merek Balenciaga itu.
“Apakah ini benar-benar dijual?” ujar salah satu warganet.
“Aku penasaran dengan baunya, apakah itu bau sepatu baru atau bau kaki?” kelakar warganet.
“Sekalipun itu Balenciaga, siapa yang akan mempercayainya?” tukas lainnya.
Bahkan Brendan Dunne, seorang Youtuber yang selalu mengomentari sepatu-sepatu bermerk di kanal media sosialnya memberikan komentar.
“Jika Anda membeli sepatu kets Balenciaga seharga $ 1.850 yang terlihat seperti dilindas oleh mesin pemotong rumput, tolong cari bantuan tetapi juga tolong hubungi saya karena saya ingin memahami di mana pikiran Anda saat itu,” tulis Brendan Dunne di Twitter.
Tetapi meskipun reaksi terhadap alas kaki aneh – yang hanya tersedia 100 pasang untuk dibeli – sangat negatif, dapat dikatakan bahwa tim pemasaran Balenciaga mencapai tujuannya. Orang-orang membicarakan sepatu kets usang dan foto-fotonya bertebaran di media sosial.
bukankah teknik promosi itu bisa dinilai berhasil?
Maka, jika penggemar berat merek sepatu mewah, apakah akan tetap membelinya atas nama fashion?







