Magetan (beritajatim.com) – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jeruk yang terletak di Jalan Raya Kartoharjo-Kwadungan, Desa Jeruk, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, saat ini tengah menghadapi masalah serius terkait kerusakan bangunan. Dua ruang kelas yang membujur dari arah barat ke timur mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian atap.
Kepala SDN Jeruk, Toha, menjelaskan bahwa kerusakan pada atap meliputi genting, reng, dan usuk. Bahkan, sekitar sepertiga bagian genting sudah hampir runtuh. “Kondisi ini sangat memprihatinkan karena membahayakan keselamatan siswa dan guru,” ujar Toha, Sabtu (10/08/2024)
Rencananya, jika ada bantuan perbaikan, tiga ruangan yang dulunya merupakan ruang kelas tersebut akan difungsikan sebagai perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan laboratorium. ” Sebelum diregrouping, dulu dipakai kelas. terus semenjak diregrouping, ruang ini tidak dipakai, ditambah kondisinya semakin lama semakin rusak. Kerusakannya sejak empat tahunan. Ruang-ruang ini sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran yang efektif,” tambah Toha.
“Untuk kerusakan bagian utara, kami sudah melakukan konfirmasi dan ternyata baru terdata di Dapodik tahun ini. Kami berharap pemerintah daerah atau dinas terkait dapat segera melakukan perbaikan,” harap Toha.
“Saat hujan, siswa kelas III dan IV yang menempati ruangan tersebut sangat terganggu. Mereka terpaksa tetap mengikuti pembelajaran meskipun atap bocor. Untuk yang ruang kelas ini sudah disurvei, semoga tahun ini bisa dilaksanakan perbaikan. Mengingat dua ruang kelas ini dipakai kegiatan belajar mengajar,” ungkap Toha.
Jumlah siswa kelas 3 dan 4 di SDN Jeruk masing-masing berjumlah 15 dan 11 siswa. Mereka terpaksa harus tetap menggunakan ruang kelas yang rusak karena keterbatasan ruang.
Pihak sekolah berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah agar kerusakan pada gedung sekolah dapat segera diperbaiki. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lebih nyaman dan aman.
Terpisah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Magetan telah merespons laporan kerusakan bangunan di SDN Jeruk, Kecamatan Kartoharjo. Kabid Dikdas Dindikpora Magetan, Irawan, telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan membenarkan adanya kerusakan pada lima ruang kelas di sekolah tersebut. “Kami sudah melihat kondisi sekolah itu,” kata Irawan.
Irawan menjelaskan bahwa salah satu kendala utama dalam proses perbaikan SDN Jeruk adalah data pokok pendidikan (Dapodik) yang belum lengkap dan akurat. “Jika ingin segera mendapat bantuan, dapodik-nya harus betul dahulu,” tegasnya.
Dindikpora Magetan telah merencanakan perbaikan pada 29 sekolah di tahun ini, namun SDN Jeruk tidak termasuk di dalamnya. Meski demikian, masih ada kemungkinan SDN Jeruk dapat memperoleh bantuan perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), asalkan data Dapodik-nya sudah sesuai.
“Masih ada kemungkinan tahun ini SDN Jeruk diperbaiki, yakni dari DAK, akan tetapi syarat wajibnya asalkan dapodik itu betul,” bebernya.
Irawan juga menjelaskan bahwa selain data Dapodik yang benar, ada faktor lain yang mempengaruhi persetujuan permohonan bantuan perbaikan sekolah, yaitu verifikasi dari Kementerian Pendidikan. “Jika dapodiknya sudah sesuai, semoga dalam waktu dekat sekolah itu bisa direhabilitasi dari DAK,” pungkasnya. [fiq/ian]







