Ponorogo (beritajatim.com) – Pertandingan sengit antara Persepon Ponorogo dan Persinga Ngawi di Stadion Batoro Katong berakhir dengan kemenangan tuan rumah Persepon dengan skor 3-1, Senin (6/1/2025).
Persinga Ngawi sempat unggul lebih dulu lewat serangan cepat di menit ke-19 oleh Arfamuzi yang berhasil membobol gawang Persepon. Namun, Sidik Tri Nugroho berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan akurat di area kotak penalti, menjadikan skor imbang hingga babak pertama usai.
Di tengah derasnya hujan, semangat Persepon tetap membara untuk menekan pertahanan lawan. Kerja keras mereka membuahkan hasil di menit ke-52, ketika umpan dari sepak pojok sukses dimanfaatkan oleh Muh. Reihan Wardani untuk membawa Persepon unggul.
Tidak berhenti di situ, gol ketiga Persepon lahir melalui skema yang sama dan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Yoga Adi Arianto. Skor 3-1 atas Persepon bertahan sampai wasit meniup peluit panjang.
Persepon maupun Persinga menyoroti buruknya kondisi lapangan yang dianggap menjadi hambatan besar bagi permainan kedua tim di Grup P Liga 4 Jatim itu.
Hujan deras yang mengguyur sebelum dan saat pertandingan menyebabkan lapangan tergenang air. Situasi ini membuat kedua tim kesulitan menerapkan strategi permainan mereka. Pelatih Persinga Ngawi, Fachrudin, mengungkapkan bahwa timnya mengalami hambatan signifikan dalam mencetak gol.
“Kondisi lapangan sangat buruk. Sprint pemain jadi berat karena genangan air di mana-mana. Hal ini membuat kami tidak bisa memaksimalkan peluang,” ujar Fachrudin dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Di sisi lain, meski meraih kemenangan, pelatih Persepon Ponorogo, Windu Wibowo, mengaku tidak sepenuhnya puas. Menurutnya, kondisi lapangan yang buruk memaksa timnya mengubah skema permainan.
“Kemenangan ini jadi modal berharga untuk pertandingan selanjutnya, tetapi kami belum puas. Kondisi lapangan tidak memungkinkan kami bermain sesuai rencana. Kami hanya bisa mengandalkan long pass. Selain itu, pertandingan ini sangat menguras tenaga pemain,” ungkap Windu.
Meski menghadapi persiapan yang mepet, Windu memuji daya juang para pemain Persepon yang mampu bertahan hingga 90 menit di tengah cuaca dan kondisi lapangan yang sulit.
Kemenangan ini membawa Persepon Ponorogo semakin percaya diri menghadapi laga berikutnya, sementara Persinga Ngawi diharapkan dapat segera bangkit dari kekalahan.
Namun, kondisi lapangan di Stadion Batoro Katong menjadi sorotan dan diharapkan mendapat perhatian dari pihak terkait untuk meningkatkan kualitas pertandingan di masa mendatang. [fiq/suf]






