Madiun (beritajatim.com) – Dinas Perdagangan Kabupaten Madiun mengidentifikasi empat pasar tradisional utama yang membutuhkan revitalisasi mendesak akibat kerusakan atap yang mengganggu aktivitas ekonomi warga. Masalah infrastruktur ini dinilai menghambat perputaran ekonomi lokal di pusat perbelanjaan rakyat yang menjadi tumpuan hidup banyak pedagang kecil.
Data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro mencatat terdapat empat pasar utama yang kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Lokasi tersebut meliputi Pasar Sayur Caruban, Pasar Caruban Baru, Pasar Dolopo, serta Pasar Pagotan.
Nur Rahayu, salah satu pengunjung Pasar Dolopo, menyatakan keprihatinannya melihat kondisi fasilitas publik yang terasa tidak terawat bagi konsumen. “Kalau belanja di sini harus hati-hati. Banyak atap yang sudah tua dan bocor. Kalau hujan, airnya menetes di mana-mana,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, menjelaskan bahwa usia bangunan menjadi faktor utama kerusakan struktural ini. “Mayoritas kerusakan ada di atap. Saat hujan, air kerap masuk ke area pedagang, sehingga mengganggu aktivitas jual beli,” jelasnya, Kamis (29/1/2026).
Kondisi pasar yang becek dan kurang nyaman berpotensi menurunkan minat generasi muda untuk berbelanja secara luring di pasar tradisional. Hal ini menjadi ancaman serius bagi eksistensi pelaku usaha mikro yang kini harus bersaing dengan platform belanja daring.
Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, menegaskan bahwa perbaikan pasar merupakan prioritas mutlak karena menyangkut hajat hidup orang banyak. “Kami akan mencoba mencari terobosan ke kementerian. Siapa tahu ada program dari pemerintah pusat yang bisa dibawa ke Kabupaten Madiun. Revitalisasi pasar menjadi salah satu prioritas ke depan,” kata Fery.
Legislatif bersama pemerintah daerah kini tengah berupaya membuka akses pendanaan dari pusat guna mempercepat perbaikan fisik bangunan yang menua. Langkah strategis ini diambil agar pasar tradisional tetap kompetitif dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemkab Madiun saat ini masih melakukan pemetaan mendalam terkait tingkat kerusakan serta estimasi kebutuhan anggaran di masing-masing titik lokasi. Revitalisasi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali peran strategis pasar sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal di Jawa Timur. [rbr/beq]







