Surabaya (beritajatim.com) – Demi melestarikan seni tari Remo Munali Patah, Yayasan Bimasakti Peduli Negeri bersama dengan komunitas
Kabut Malam dan Karang Taruna desa Banjarkemantren menggelar kegiatan
workshop seni budaya Tari Remo Munali Patah.
Tari remo yang diciptakan oleh seorang maestro seni bernama Munali yang berasal dari Desa Banjarkemantren.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula balai desa ini pada Sabtu, (30/9/2023) merupakan rangkaian kegiatan dari puncak peringatan hari Sumpah Pemuda yang akan diadakan pada 21 Oktober mendatang.
Workshop tari Remo Munali Patah ini diikuti oleh perwakilan siswa sekolah
dasar yang ada di desa. Mulai dari SDN Banjarkemantren I, SDN Banjarkemantren II dan MIN 1 Sidoarjo. Pemateri workshop tari Remo kali ini
adalah Uriyati, yang merupakan anak dari maestro tari dan ludruk Munali
Patah, yang merupakan lokal hero dari Desa Banjarkemantren.
“Tujuan dari kegiatan workshop ini adalah wujud nyata upaya pelestarian
kesenian tari Remo Munali Patah, selain itu juga sebagai bagian dari edukasi
agar regenerasi penari Remo Munali Patah tetap ada,” ungkap Anggriyan Permana, perwakilan dari Yayasan Bimasakti Peduli Negeri.
Dikatakan, tujuan workshop tari ini selain untuk edukasi juga sebagai bentuk pengenalan adik-adik siswa SD kepada sosok sang maestro yang berasal dari desanya dan menjadi ikon gelaran sebuah festival yang diselenggarakan Dewan Kesenian Sidoarjo 2 tahun sekali bernama Munali Patah Award.
Lebih lanjut, Anggriyan menambahkan selain workshop tari Remo Munali
Patah juga akan diselenggarakan workshop ludruk Munali Patah yang menjadi kegiatan berkelanjutan. Sebelum nantinya pada tanggal 21 Oktober nanti akan diselenggarakan pagelaran seni dengan menampilkan seni pertunjukan tari Remo Munali Patah yang dibawakan oleh teman-teman sanggar Kabur Malam, tari-tarian dari perwakilan SD di desa, bazar UMKM desa hingga ludruk Luntas Surabaya.[rea]






