Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur menjadi daerah dengan pendaftar tertinggi program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) guru tahun 2023, yakni 16.273 peserta. Jumlah ini naik 15 persen dibandingkan tahun 2021.
Kadindik Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa capaian ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam pelaksanaan PembaTIK dan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kompetensi TIK guru-guru di Jatim.
“Kebijakan Merdeka Belajar telah memantik semangat guru di Jawa Timur untuk terus berinovasi dalam melakukan transformasi digital di era gempuran kecanggihan teknologi guna mencetak generasi unggul di masa depan,” ujar Aries, Rabu (19/7/2023).
Aries menyebut bahwa ke depan, seluruh lini dan aspek akan bergantung pada teknologi. Jika guru tidak menguasai TIK, maka dapat mengalami kemunduran dan kalah dengan para siswa. Artinya, tantangan teknologi ke depan sangat kompleks.
“Saat ini saja kita sudah masuk di era 5.0. Di mana teknologi yang bermain adalah berbasis AI dan robotik. Jika guru tidak bisa menguasai teknologi, akan ada kemunduran dalam pembelajaran pendidikan kita,” katanya.
Ditambahkan Suhartatik, Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dindik Jatim, lewat program pembaTIK ini guru dapat meningkatkan kompetensi literasi, implementasi, kreasi, dalam lingkup TIK.
Kata dia, program PembaTIK ini menjadi modal dan media untuk peningkatan kompetensi guru dalam belajar mengajar dan berkarya untuk mendukung terciptanya inovasi pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka.
Pusat Data dan Teknologi Informasi (BLPT Pusdatin) Kemdikbud Ristek resmi menutup pendaftaran PembaTIK 2023. Dalam program ini tercatat ada sebanyak 79.919 pendaftar
Provinsi Jatim menjadi daerah dengan pendaftar PembaTIK guru tertinggi se-Indonesia yakni mencapai 16.273 peserta. Posisi kedua diisi Kalimantan Selatan dengan 13.390 guru. Disusul Jawa Barat dengan 8.666 pendaftar. [ipl/kun]
BACA JUGA:






