Sidoarjo (beritajatim.com) – Inspeksi mendadak dilakukan oleh anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat ke salah satu home industri pembuatan rokok di Jalan Raya Suko, Kecamatan Kota, Sidoarjo, Rabu (9/4/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses perizinan yang dijalankan oleh home industri di Kabupaten Sidoarjo sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kusumo Adi Nugroho, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, memberikan apresiasi kepada pengusaha yang memprioritaskan tertib administrasi, terutama dalam pengurusan izin usaha.
Anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu juga memastikan bahwa proses perizinan yang sedang berjalan akan segera selesai dalam waktu dekat.

“Perizinan masih dalam proses. Kami sangat mendukung upaya pengusaha yang mengutamakan tertib administrasi, terutama soal perijinan. Insya Allah, dalam waktu dekat semua perizinan sudah selesai,” ujar Kusumo menirukan pengakuan pemilik usaha.
Menurut Kusumo, salah satu faktor penting yang dapat mendorong para pengusaha untuk lebih tertib dalam mengurus izin adalah kemudahan dalam proses perizinan itu sendiri.
Dengan adanya proses perizinan yang lebih mudah, dirinya berharap dapat memberikan dampak positif baik bagi pengusaha maupun bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sidoarjo.
“Harapan kami, soal perizinan ini bukan lagi menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat atau pengusaha yang hendak membuka usaha. Jika perizinan dipermudah, masyarakat akan lebih tenang dalam mengurus izin-izinnya,” papar Kusumo.
Lebih lanjut, Kusumo juga mengungkapkan dukungannya terhadap rencana pembukaan home industri pembuatan rokok di kawasan Suko. Diharapkan industri ini dapat mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut, dan memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat sekitar, terutama yang membutuhkan pekerjaan. Keberadaan home industri ini tentunya sangat berdampak positif dalam mengurangi angka pengangguran di Sidoarjo,” tandasnya.
Senada dengan Kusumo, anggota Komisi B lainnya, Dian Felani, juga menyampaikan bahwa pertumbuhan industri di Kabupaten Sidoarjo, termasuk home industri rokok, dapat memperkuat perekonomian warga dan memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan pekerjaan.
“Usaha-usaha yang ada harus didukung, dengan dibarengi perizinan yang tertib sesuai aturan. Berdirinya sebuah usaha pastinya akan membawa dampak bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal tenaga kerja. Penciptaan lapangan kerja yang ada juga untuk mengentas pengangguran,” papar politisi Partai Golkar itu.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo lainnya, Atok Ashari menambahkan bahwa meskipun home industri rokok berhubungan dengan regulasi cukai, yang menjadi perhatian adalah kemudahan dalam proses perijinan dan dukungan pemerintah terhadap sektor ini.

“Keberadaan home industri rokok ini penting, tapi kami juga mengingatkan bahwa rokok berkaitan dengan cukai. Yang terpenting adalah pemerintah hadir dalam mendukung sentra-sentra rokok tersebut,” tegas Atok Ashari.
“Kami berharap perijinan, termasuk standar dan ijin lainnya, bisa dibantu dan mungkin diberikan secara gratis agar tidak ada kendala bagi usaha kecil ini,” sambungnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan home industri ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi perekonomian lokal Sidoarjo.
“Kemudahan dalam pengurusan izin diharapkan menjadi faktor penunjang yang mampu mendorong kesadaran pengusaha untuk lebih tertib dalam mengurus izin usaha mereka, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” urai anggota Fraksi PKB tersebut. (adv/isa)






