Jember (beritajatim.com) – Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyebut alun-alun Jember belum siap menyambut pelaksanaan Jember Fashion Carnaval (JFC), 4-6 Agustus 2023. Alun-alun masih semrawut dan perbaikan trotoar di pusat kota belum selesai.
“Sentral JFC kan alun-alun. Perbaikan alun-alun sudah direncanakan sedemikian baik dengan anggaran Rp 7,5 miliar. Tapi faktanya, ini sudah clear, (perbaikan) alun-alun tidak bisa terlaksana,” kata Nyoman Aribowo, anggota Komisi B, Rabu (26/7/2023).
Nyoman menyebut alun-alun Jember menyambut JFC dengan apa adanya. “Bahkan lebih jelek dibandingkan sebelumnya, Rumput sudah awut-awutan akibat event-event (kegiatan) kemarin, dan PKL saya kurang tahu detail penataannya seperti apa. Saya menganggap alun-alun belum siap menyambut JFC,” katanya.
Pembangunan trotoar sepanjang Jalan Sultan Agung dan Gajah Mada yang bakal dilintasi defile JFC juga belum selesai. “Perbaikan trotoar ini juga ngeri-ngeri sedap. Seharusnya pada momen JFC sudah selesai. Ini wajah Jember, tapi hari ini masih proses pengerjaan. Kami khawatir ini belum tuntas,” kata Nyoman.
Nyoman mendesak agar persoalan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Jember harus segera diurai. “Kami menyesalkan dan kami berharap hal seperti ini tak terulang lagi,” katanya. Legislator Partai Amanat Nasional ini mengingatkan kemungkinan hadirnya para pejabat dan tokoh nasional untuk menyaksikan JFC tahun ini.
Lantas apa yang harus dilakukan? “Pemerintah daerah harus berbenah. Realitasnya begini. Kita harus mengemas apa yang ada ini dengan baik. Perbaikan trotoar harus dikebut 24 jam sehari. Saya kurang tahu nutut atau tidak. Ngeri-ngeri sedap,” kata Nyoman.
JFC akan digelar pada 4-6 Agustus 2023, dan ini karnaval tahunan ke-21 setelah sempat terhenti pada 2020 karena pandemi Covid. Dengan tema besar Timelapse: Journey of The Earth, JFC menampilkan defile busana yang bercerita tentang perjalanan bumi sejak awal penciptaan hingga hari ini. Setiap defile disebut dengan Chapter atau Bab, seperti ingin menunjukkan babakan demi babakan.
Rencananya, pada 4 Agustus 2023, akan ada tiga karnaval yakni Pet Carnival (karnaval hewan piaraan), WACI (Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia), dan Art Wear. Pada 5 Agustus digelar Kids Carnival dan Grand Carnival. Sementara pada 6 Agustus dilaksanakan acara lanjutan expo dan puncak penutupan event. “Ada perform stage di alun-alun,” kata Presiden JFC Budi Setiawan.
Melihat pentingnya posisi alun-alun Nyoman minta wajah ruang publik tersebut segera dipermak. “Wajah alun-alun harus ditonjokan. Dengan demikian yang asal-asalan ini tidak begitu kelihatan,” katanya.
Ratusan pedagang kaki lima yang berjualan di dalam alun-alun harus segera ditata. “Jangan sampai PKL ini jadi bumerang. Kita memang memberikan fasilitas dan kesempatan PKL bisa langsung terjun berjualan di pusat keramaian. Kalau ini tidak disiapkan dengan penataan dan komitmen, ngeri. Nanti jadinya seperti PKL di Jalan Jawa,” kata Nyoman. [wir]






