Ponorogo (beritajatim.com) – Matematika sering kali dianggap momok bagi para siswa. Pelajaran yang sarat angka ini kerap dirasa sulit, membosankan, bahkan melelahkan.
Namun, hal itu coba diubah oleh Kodim 0802 Ponorogo dengan menghadirkan metode pembelajaran inovatif bernama Gasing.
Dalam upaya menghapus stigma negatif tersebut, Kodim 0802 Ponorogo menggerakkan 5 prajuritnya yang telah dilatih menjadi tenaga pendidik, untuk memperkenalkan Pembelajaran Matematika Dasar Metode Gasing kepada siswa-siswi di Kabupaten Ponorogo.
Salah satu kegiatan hari ini berlangsung di SDN 2 Somoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo.
Komandan Kodim 0802 Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, menjelaskan bahwa metode Gasing merupakan singkatan dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Metode ini dirancang khusus untuk membantu siswa SD memahami matematika dengan cara yang sederhana dan penuh keseruan.
“Metode ini digagas oleh Profesor Yohanes Suryo dan mengedepankan pembelajaran berbasis alat peraga. Anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga bermain dan bereksplorasi sehingga konsep-konsep matematika lebih mudah dipahami dan diingat,” ungkap Letkol Inf Dwi Soerjono yang turut memantau jalannya kegiatan di SDN 2 Somoroto, Kamis (09/01/2025).
Keunggulan metode Gasing, lanjut Dandim, adalah kemampuan siswa untuk menghitung cepat tanpa alat bantu. Sehingga anak-anak diharapkan bisa memahami konsepnya secara mendalam.
“Dengan metode ini, anak-anak dapat memahami konsep secara mendalam dan menerapkannya dengan percaya diri,” katanya.
Kegiatan pembelajaran hari ini mendapat sambutan hangat dari siswa, guru, dan pihak sekolah. Kepala SDN 2 Somoroto, Andriyanto, mengapresiasi langkah Kodim 0802 Ponorogo yang membawa inovasi ke sekolahnya.
“Matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan dan membosankan. Namun, metode Gasing ini menjadi terobosan luar biasa. Gampang, asyik, dan menyenangkan—itulah yang dirasakan siswa kami. Harapan kami, metode ini bisa terus dikembangkan, tidak hanya di sini, tetapi juga di sekolah-sekolah lain di Ponorogo,” ujar Andriyanto.
Kodim 0802 Ponorogo memastikan penerapan metode Gasing tidak berhenti di SDN 2 Somoroto. Tenaga pendidik mereka, akan terus menjangkau sekolah lain di wilayah Ponorogo agar semakin banyak siswa yang merasakan manfaatnya.
Dengan metode Gasing, matematika kini bukan lagi menjadi pelajaran yang menakutkan. Sebaliknya, Ia hadir sebagai ilmu yang dapat dinikmati dengan penuh semangat dan keceriaan, membuktikan bahwa belajar itu memang bisa gampang, asyik, dan menyenangkan.(end/ted)






