Surabaya (beritajatim.com) – Ibu adalah sumber solusi bagi anak-anaknya setiap kali ada masalah. Jalan keluar yang diberikan ibu dianggap selalu memihak dan menguntungkan anaknya.
Tetapi, akan terdengar aneh jika orang dewasa masih melibatkan ibunya dalam menentukan banyak hal. Termasuk soal negosiasi besaran gaji.
Kenyataannya, itulah yang dilakukan seorang teknisi bernama Nitesh Yadav. Karena berharap kebijaksaan, dia ingin mengajak ibunya saat merundingkan gaji dengan HRD tempat dia melamar pekerjaan baru.
Dilansir dari Indiatimes.com, tampaknya Yadav telah mendapat pekerjaan baru dan dia terjebak negosiasi gaji. Untuk itu, Yadav ingin membawa ibunya untuk menjadi negosiator masalah gaji dengan perusahaan barunya.
Kisah ini bermula dari sebuah unggahan di LinkedIn. Di platform profesional itu, Yadav bertanya apakah dia bisa menelepon ibunya saat sedang melakukan negosiasi gaji dan postingannya jelas menjadi viral dan menarik gelombang reaksi dari warganet.
Ada sebanyak 184 ribu suka dan 2.000 lebih komentar yang mengisi postingan Yadav di LinkedIn. Karena semua orang tahu mendapatkan panggilan dengan HR untuk negosiasi gaji bisa sangat menegangkan bagi sebagian orang.
Yadav pun memikirkan ide cemerlang untuk mengatasi kecemasan itu. Dalam unggahan itu, dia bertanya apakah dia bisa menelepon ibunya karena pasti bisa membuat kesepakatan yang lebih baik.
“Bisakah saya membawa ibu saya pada panggilan negosiasi gaji? Dia pasti bisa membuat kesepakatan yang lebih baik,” tulisnya.
Nah, warganet pun banyak berkomentar tentang hal itu saat postingan tersebut menjadi viral. Sementara beberapa orang menganggapnya cocok, beberapa menganggapnya benar-benar lucu dan bahkan ingin menambahkan ayah mereka.
“HR pasti akan pingsan jika ibu saya mulai bernegosiasi,” tulis seorang warganet.
Warganet lain berkomentar, “Ibu jelas merupakan penawar terbaik dalam setiap situasi.”
“Bayangkan manajer Anda meminta Anda menelepon ayah Anda untuk diskusi penilaian 1-1,” komentar warganet lainnya.
Meski banyak yang merespon dengan ringan ada juga warganet yang mengatakan Yadav terlalu banyak bergantung pada keputusan ibunya.
“Meski meminta pendapat ibu memang baik, tetapi perusahaan juga melihat bagaimana calon karyawannya mengambil keputusan secara mandiri dan profesional. Jika itu dilakukan dia akan kehilangan poin penting itu,” ujar warganet lainnya.
“Dia harusnya diumur itu sudah bisa memutuskan sendiri kehidupan profesional dan ekonominya sendiri, apakah anda tidak terlalu bergantung?” celoteh warganet. [adg/beq]






