Surabaya (beritajatim.com) – Seorang penghuni Gedung Setan di Banyu Urip, Surabaya menceritakan detik-detik peristiwa nahas robohnya atap gedung, pada Rabu (18/12) petang. Yang mengakibatkan kerusakan parah di rumahnya.
Perempuan Bernama Trismi ini sudah tinggal 27 tahun di dalam Gedung Setan itu mengatakan kejadiannya terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, setelah kumandang azan magrib.
Kata dia, sebelum atap bangunan roboh anaknya mendengar suara retakan kayu patah. Kemudian berteriak, mengajak penghuni – penghuni gedung keluar.
“Mulanya anak saya itu mendengar suara retakan patahan kayu dari atap. Saat itu pukul 17.00 WIB lebih, lalu anak saya mengajak adek, nenek serta penghuni lain keluar,” kata Trismi ditemui beritajatim.com, hari Rabu (18/12/2024) malam.
Tak lama setelah penghuni gedung keluar, Trismi bilang bangunan atap itu roboh. Menghancurkan se isi tempat tinggalnya, di Gedung Setan petang itu.
“Atapnya roboh setelah adzan magrib. Menimpa rumah saya, beruntung sata itu [keluarga] sudah keluar rumah semua berada di halaman,” ungkap dia.
Trismi juga menjelaskan di dalam satu bangunan Gedung Setan itu dihuni sebanyak 30 orang. Dari sekian ini banyak mereka sudah tinggal selama berpuluh – puluh tahun.
Sementara, di area dalam Gedung Setan tersebut terbagi banyak sekat, berbentuk kotak – kotak dan ditinggali oleh keluarga penghuni sebagai tempat tinggal.
“Jadi mereka yang tinggal di dalam Gedung Setan ini ada sekitar 30 orang. Bangunan diberi sekatan kotak, ada yang tinggal di lantai 1 dan 2,” rincinya.
30 orang itu, lanjut Trismi, terbagi rentang usia 10 orang lansia. 8 anak anak, sisanya orang dewasa. Dan untuk saat ini, semuanya mengungsi ke Balai RW.
“Lansia itu ada sekitar 10 orang, kemudian anak – anak 8 orang dan sisanya orang dewasa. Semua mengungsi di Balai RW, termasuk saya,” pungkas Trismi.
Sebelumnya, Ketua RW 06 setempat Muhammad Rois mengatakan bahwa, penyebab atap Gedung Setan ambruk ini dikarenakan bangunan atap tua dan lapuk. Sehingga saat hujan ringan terjadi- lah ambruk.
Dan imbas dari kejadian atap Gedung Setan yang ambruk ini, ada sebanyak 60 warga diungsikan di Balai RW. Dibantu BPBD, perangkat kelurahan dan kecamatan.
“Kalau KK-nya yang urgent akibat musibah ini ada 18 KK. Sedangkan warga diungsikan ke Balai RW ada 60 warga,” kata Ketua RW 06 setempat, Rois. [ram/aje]






