Banyuwangi (beritajatim.com) –
Kurnia Dewi Amalia, siswi kelas 6 SDN 8 Jambewangi, Kecamatan Sempu salah satu penerima bantuan uang saku pelajar kurang mampu. Dia mengaku senang bisa menjadi bagian dari program itu.
Tak hanya dirinya, tapi juga Diva Mulia yang merupakan adiknya yang kini duduk di kelas 2 SD yang sama juga mendapatkannya.
Sekolahnya cukup jauh dari rumah tempat tinggalnya. Bahkan, SDN 8 Jambewangi merupakan sekolah terdekat dari rumah mereka yang berada di perbatasan hutan di lereng Gunung Raung.
Berangkat sekolah, dua kakak adik ini harus menempuh jalan kaki untuk ke sekolah. Bahkan, butuh waktu satu jam untuk tiba ke sekolahnya.
Sepanjang jalan, mereka harus melewati hutan dan kebun pinus. Di situlah tempat orang tuanya bekerja. Temannya adalah anjing peliharaan yang biasa menjaga rumah mereka.
“Berangkat jam 5 sama adik. Meski jauh, kita tetap harus semangat sekolah. Di jalan ya ngobrol-ngobrol sama adik, suka bareng sama Faris, teman sekelas yang rumahnya dekat dengan saya. Kadang Ciki (anjing peliharaan) juga nemenin kita jalan ke sekolah,” ungkap Dewi.
Dengan bantuan uang saku pelajar kurang mampu ini mereka dapat lebih semangat. Bahkan, Dewi sang kakak mengaku bercita-cita menjadi dokter hewan. “Biar kalau Ciki atau kucing yang di rumah sakit, saya bisa merawat dan menyembuhkan,” ujar Dewi.
Sementara itu, Sukari salah seorang pengajar di SDN 8 Jambewangi mengaku kagum terhadap Dewi dan adiknya serta dua teman lainnya. Karena, mereka merupakan siswa yang rajin berangkat, meski kondisi cuaca yang kadang menjadi kendala.
“Semangatnya bagus. Bahkan kalau pas jadwal ujian dan cuaca sedang buruk, orang tuanya mengambil kertas ujiannya untuk kemudian jawabannya dianterkan ke sekolah esoknya,” kata Sukari saat penyerahan bantuan uang saku pelajar kurang mampu di sekolahnya. (rin)






