Surabaya (beritajatim.com) Pemain bernama asli Eric Maxim Choupo-Moting,sempat alami masa sulit saat terdegradasi ke Liga Dua ketika membela Stoke City. Namun, pada akhirnya ia kembali berjaya, usai jadi andalan PSG dan Bayern München. Bagaimana kisahnya? Hal itu tidak terlepas dari strategi dan peran koneksi agen terbaik dunia.
Di dunia sepakbola profesional, koneksi itu sangat penting. Begitu pula yang terjadi pada karir Eric Maxim Choupo-Moting. Tiga tahun lalu, Choupo-Moting masih jadi bagian skuad Stoke City yang terdegradasi dari Liga Primer Inggris. Namun, tiga musim terakhir, ia mampu bermain untuk tim raksasa yaitu, PSG dan Bayern. Itu semua tidak terlepas dari peran penting sang agen yang memiliki bakat negosiasi dan koneksi luar biasa.
Choupo-Moting sebenarnya bisa dibilang pemain yang biasa saja, tapi ia bisa bermain untuk besar Eropa. Sebelum bergabung dengan Stoke City di tahun 2017, hampir semua penonton sepak bola tidak tahu Moting, kecuali mungkin yang jadi penggemar Bundesliga, sebab dirinya pernah bermain untuk Hamburg SV, FC Nurnberg, Mainz 05, dan Schalke 04. Sebelum hijrah Stoke, Eric memang penyerang yang penampilannya tidak begitu mentereng. Sebab, selama tiga musim berturut-turut ia hanya mampu menyarangkan tidak lebih dari 10 gol dalam setiap musim
Selama satu tahun bermain di Premier League, pemain kelahiran Hamburg, Jerman, yang kini membela Timnas Kamerun ini, menunjukkan prestasi yang biasa aja. Dia cuma bisa mencetak lima gol, dan gagal menolong Stoke City dari zona degradasi di akhir musim.
Lalu, mengapa dia bisa tiba-tiba jadi bagian dari Bayern dan PSG? Jawabannya adalah karena Eric punya agen yang mumpuni. Agen yang punya hubungan dengan banyak klub sepak bola, sehingga, ia bisa mencarikan klub sesuai dengan preferensi si pemain, baik itu dari segi kekuatan klub, jam bermain, hingga keuangan.
Bermodalkan koneksi ini, si agen bisa mewujudkan keinginan kliennya. Choupo-Moting dipastikan juga mengalami hal serupa. Terkait kepindahannya ke Bayern musim 2020 lalu, agen Choupo- Moting bernama Rogon, yang juga jadi suksesor Roberto Firmino, Marcel Sabitzer, dan Julian Draxler, membaca gelagat Bayern yang sedang mencari striker pelapis dari Robert Lewandowski. Pada saat bersamaan, kondisi finansial Bayern sedang kurang baik. Berkat campur tangan Rogon, Choupo-Moting pun resmi membela Bayern.
Peter Crouch pernah menyindir nasib Choupo-Moting yang sangat beruntung dapat bermain untuk PSG. Dilansir dari dailymail.co.uk striker jangkung ex pemain Stoke City itu berkata jika Eric sangat beruntung punya agen hebat.
“Padahal, kami berdua hanya mencetak lima gol di musim 2017/18. Mungkin, saya aja yang kurang percaya diri dan memutuskan pensiun. Saat latihan, dia terlihat berbakat. Tapi malah tidak muncul di hari pertandingan. Mungkin dia memang pas main bermain di PSG, karena dia suka dengan fashion. Eric adalah orang yang baik, dan dia beruntung punya agen yang hebat,” ujar mantan rekan setim Eric di Stoke City itu. Tiga musim terakhir, Eric sukses mengoleksi 7 trofi, yaitu 4 trofi saat di PSG dan tiga lainnya saat berseragam Bayern.[dan/esd]






