Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dinilai sangat layak menjadi calon wakil presiden. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Lutfil Hakim menilai selama ini Khofifah memiliki hubungan yang baik dengan para jurnalis di Jawa Timur. Di mata jurnalis, Khofifah selalu mensupport program-program PWI Jatim.
“Khofifah punya visi misi bagus selama menjabat gubernur. Dia punya presisi dan konsep yang matang sebagai pemimpin. Khofifah selalu mendukung setiap kegiatan PWI yang berkaitan dengan pengembangan jurnalis di Jawa Timur,” katanya, Kamis (19/10/2023).
Karena itu Lutfil Hakim yang akrab disapa Pak Item ini sangat setuju jika Khofifah dilirik menjadi pendamping Prabowo selaku Bakal Calon Presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM).
“Sebagai Ketua PWI, saya harus netral. Tapi sebagai pribadi, saya kira Khofifah sangat layak dan pantas menjadi cawapres dari Prabowo, mengingat track record Khofifah selama memimpin Jawa Timur tidak diragukan lagi,” terangnya.
Dia menjelaskan, Prabowo jelas diuntungkan, terutama dalam menggaet pemilih dari Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim maupun di seluruh Indonesia.
“Khofifah lebih unggul dari Cak Imin maupun Mahfud MD. Suaranya tidak hanya NU, tapi Muslimat NU dan Fatayat NU di seluruh Indonesia. Itu yang tidak dimiliki dua kandidat cawapres lain,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Jatim, Yusuf Husni (Cak Ucup) mengaku sangat setuju bila Khofifah bisa bersanding dengan Prabowo.
BACA JUGA:
Spanduk Prabowo-Khofifah Bermunculan di Jombang
Menurut Cak Ucup, keterwakilan Khofifah di Pilpres 2024 bila dipilih menjadi cawapres, akan semakin menarik karena ternyata faktor religius tidak bisa dikesampingkan dan dimarginalkan. Faktor ini masih berperan besar dalam kepentingan politik di tanah air.
“Jika Khofifah dipilih sebagai cawapres, akan sangat menarik. Sebab faktor religius tidak lagi dimarginalkan. Bahkan, yang namanya politik pun masih butuh itu,” ujarnya.
Selain itu, dia menilai dari semua calon presiden dan calon wakil presiden yang sudah ada saat ini, tidak ada perwakilan dari kaum perempuan. Nah, di sini peran Khofifah sebagai perwakilan kaum perempuan sangat dibutuhkan.
“Sebenarnya Pilpres 2024 ini adalah pertarungan kuat antara wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Dan, hanya Khofifah yang bisa mendulang suara di wilayah Jawa, terutama dua wilayah tersebut. Mengingat mayoritas pemilih perempuan akan terwakili dengan adanya Khofifah di bursa Cawapres,” katanya.
Dia menambahkan, bahwa keikutsertaan Khofifah dalam kontestasi Pilpres 2024, akan menjadi berwarna. Pertarungan Pilpres tidak lagi didominasi calon laki-laki, tapi juga calon perempuan.
“Yang perlu diingat, bahwa suara pemilih saat ini banyak didominasi kalangan perempuan. Kalau memang Prabowo menggandeng Khofifah, tentu itu sangat baik. Suara pemilih dari perempuan akan utuh. Apalagi Khofifah memiliki Muslimat dan Fatayat,” tandasnya.
BACA JUGA:
Unair Anugerahi Khofifah Gelar Doktor Honoris Causa Ilmu Ekonomi
Ketua Ikatan Masyarakat Madura Indonesia, Adras Ridwan berpendapat, Jika Khofifah menjadi cawapres dari Prabowo, tentu akan menjadi daya tarik sendiri bagi kalangan Nahdliyyin, khususnya di Jawa Timur.
Pertama, kata Adras Ridwan, selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, sudah terlihat prestasi Khofifah. Raihan prestasi ini tidak hanya menarik suara Nahdliyyin, tetapi juga masyarakat umum di luar Nahdliyyin.
Faktor kedua, Khofifah juga menjabat sebagai Ketum PP Muslimat NU.
“Tentu sudah pasti punya suara bulat dari kalangan Fatayat dan Muslimat. Mereka pasti satu suara ke Bu Khofifah,” pungkasnya. [tok/but]






