Surabaya (beritajatim.com) – Berikut penjelasan mengenai keutamaan lailatul qadr yang paling dinantikan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia.
Malam yang dipenuhi dengan rahmat dan berkah ini memiliki keistimewaan yang tidak terhingga. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Beritajatim.com, Sabtu (30/03/2024) berikut adalah ulasan apa yang membuat malam ini begitu istimewa.
Malam Lailatul Qadr merupakan malam di mana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT menjadikan malam ini lebih baik dari seribu bulan.
Seribu bulan, jika konversi menjadi hitungan tahun, maka 1000 bulan sama dengan 83,3 tahun. Maka, satu saja ibadah pada malam lailatul qadr sama dengan beribadah 83 tahun tanpa putus, bahkan lebih baik.
Keberkahan malam ini meliputi segala jenis kebaikan dan rahmat yang melimpah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berdiri (shalat) di (malam) Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari-Muslim)
Malam Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadan, pada satu dari sepuluh malam terakhir bulan suci tersebut. Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui dengan pasti pun tidak disebutkan secara pasti dalam hadis dan Al-Qur’an.
Namun umat Islam dianjurkan untuk mencari dan beribadah di malam-malam terakhir Ramadan, terutama pada malam ganjil di antara malam-malam tersebut. Jadi, umumnya umat Islam mencari Lailatul Qadr pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Meskipun tanggal pasti Lailatul Qadr tidak diketahui, ada indikasi-indikasi khusus yang dapat mengidentifikasinya. Beberapa di antaranya adalah suasana malam yang lebih tenang, udara yang lebih sejuk dari biasanya, serta perasaan spiritual yang lebih kuat. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اجْتَهَدَ فِي قَبْضِ الْكَفَّارِ إلَّا فِي رَمَضَانَ وَلَمْ أَرَهُ اجْتَهَدَ فِي شَهْرٍ مِنَ الشَّهُورِ كَانَ يَتَحَرَّى الْقَدْرَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak puasa sunah (seperti puasa sunah hari Senin dan Kamis) di bulan lain selain Ramadan. Dan aku tidak pernah melihat beliau bersegera menangkap malam Lailatul Qadr kecuali di 10 malam terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Amalan yang Dianjurkan
Berbagai amalan dianjurkan pada malam Lailatul Qadr, di antaranya adalah:
– Sholat sunnah malam (tahajud).
– Membaca Al-Quran dan berzikir.
– Memperbanyak doa, istighfar, dan bertawakal kepada Allah SWT.
– Bersedekah dan berbuat kebaikan kepada sesama.
– Merenungkan makna dan tujuan hidup serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dengan segala keistimewaannya, malam Lailatul Qadr menjadi momen yang sangat berharga bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal ibadah, dan memohon ampunan serta keberkahan. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk meraih keberkahan dan magfirah di malam yang mulia ini. [ian]






