Ngawi (beritajatim.com) – Momen libur lebaran 2022 dimanfaatkan sebagian besar masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Tak hanya menggunakan angkutan umum, banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi baik melalui jalur arteri dan jalur tol. Tingginya kecepatan di jalan tol membuat kendaraan pemudik overheat, akibatnya harus belok ke bengkel.
Salah satunya, bengkel milik Agus Riyadi Wibowo di Jalan Raya Ngawi Solo Desa Watualang, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi. Bengkel tersebut kebanjiran job akibat kerusakan mobil milik pemudik. Mayoritas yang masuk adalah mobil yang mengalami overspeed dan akhirnya overheat saat melalui jalan tol. Pemudik pun harus menunda perjalanan.
Prana Nur Wibawa, salah seorang pemudik asal Yogjakarta terpaksa berbelok ke bengkel milik Agus. Saat dia melalui jalur tol Ngawi Kertosono KM 564A, mobilnya tiba-tiba mengalami gangguan. Beruntung, saat itu dia tak celaka, namun mobilnya harus diderek dan harus menjalani perbaikan.
“Saya dari Yogjakarta hendak ke Malang melalui jalur tol. Pas di KM 564 tadi tiba-tiba ada kendala. Mobil pun saya tepikan, syukur tidak ada kendaraan lain karena jalur cukup lancar. Saya pun mampir ke bengkel,” kata Prana, Minggu (8/5/2022)
Dia dan istrinya pun dijemput sang mertua di Ngawi. Dia terpaksa meninggalkan mobilnya di bengkel guna mendapatkan perbaikan terlebih dulu. Dia mengakui kalau sempat memacu kencang mobilnya karena kecepatan maksimal di jalan tol boleh mencapai 100 km/jam. “Ya kami tinggal dulu. Kami dijemput di Ngawi. Saya harap mobil saya masih bisa diperbaiki,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”lebaran-2022″]
Sementara itu, Wardana karyawan bengkel milik Agus Riyadi Wibowo membenarkan kalau sejak H-3 lebaran banyak mobil pemudik yang masuk ke bengkel. Mobil yang dipacu kencang di jalan tol itu rata-rata mengalami overheat. Sehingga, perlu perbaikan.
“Ada belasan yang masuk di bengkel kami. Mayoritas pemudik yang melalui jalan tol. Kendaraanya overspeed hingga mengalami overheat,” kata Wardana, Minggu (8/5/2022)
Pun, pihaknya tak berani mematok kapan perbaikan bisa selesai. Lantaran, banyak sekali antrean pekerjaan untuk perbaikan kendaraan, berikut minimnya personel juga membuat perbaikan tak bisa cepat. “Pelanggan kami memahami kendala ini. Mayoritas bengkel rekanan kami yang mengerjakan bubut juga masih libur, jadi pengerjaan tidak bisa secepat biasanya,” katanya. [fiq/suf]






