Magetan (beritajatim.com) – Seminggu terakhir, banyak antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Magetan. Salah satunya di SPBU di Jalan MT Haryono, Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan/ Kabupaten Magetan. Kendaraan mulai pikap hingga truk mengantre hingga jalan di depan Pasar Sayur.
Hamdan Abdurrahman Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Wilayah Magetan Ngawi mengungkapkan jika saat ini stok memang menipis. Pertamina hanya menyalurkan, sementara untuk kuota sudah ditentukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). “Kuota subsidi yang mengatur adalah BPH Migas, sedang Pertamina yang menyalurkan. Stok sudah mulai menipis,” kata Hamdan, Rabu (10/08/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pertamina”]
Namun, pihaknya menampik jika bakal mengoptimalkan penyaluran menggunakan aplikasi MyPertamina atau membatasi pembelian. Pihaknya teyap akan mengatur solar agar tetap terdistribusi ke masyarakat.
“Kami akan mengatur solar agar tetap tersalurkan ke masyarakat dengan sisa kuota yang ada saat ini. Jika SPBU kelebihan penyalurannya maka akan diminta mengganti selisih keekonomiannya oleh BPH,” pungkasnya.
Berbeda dengan di desa desa, masyarakat mulai merasakan kesulitan mendapatkan BBM jenis solar. Seperti mesin pompa air untuk pengairan persawahan, traktor hingga penyedia jasa penggilingan gabah keliling. Laporan para pemilik jasa penggilingan gabah keliling di Desa Cepoko Kecamatan Panekan, sudah tiga hari ini mereka berhenti beroperasi karena tidak bisa mendapatkan BBM jenis solar.
“Saya terpaksa tidak setor karena saya ini kan menjalankan mesin penggiling padi keliling. Jumlah solar yang kami butuhkan tidak banyak sebenarnya, senilai Rp35 ribu sehari untuk keliling dan menggiling padi. Tapi, di Pom Bensin Srogo, tiga hari ini solar kosong,” kata Rudy. (fiq/kun)






