Ponorogo (beritajatim.com) – Ledakan mercon yang mengguncang Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (1/3/2026) sore, menyisakan duka mendalam. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius setelah ledakan dahsyat menghancurkan sebuah rumah sekitar pukul 17.00 WIB. Dentuman keras bahkan terdengar hingga ratusan meter dan membuat warga sekitar panik berhamburan keluar rumah.
Di balik peristiwa tragis itu, ada sosok Siswanto, warga setempat yang menjadi orang pertama memberikan pertolongan. Ia mengaku langsung berlari menuju lokasi begitu mendengar suara ledakan yang menggelegar. Jarak rumahnya sekitar 500 meter dari titik kejadian, namun kerasnya suara membuatnya yakin telah terjadi sesuatu yang besar.
“Usai mendengar ledakan, saya langsung ke lokasi untuk korban,” kata Siswanto, Minggu (1/3/2026).
Sesampainya di lokasi, Siswanto mendapati dua korban dalam kondisi masih hidup. Korban diketahui bernama Rifa dan Toni. Namun situasi di lokasi begitu genting, dengan bangunan rumah yang sudah porak-poranda akibat ledakan yang diduga berasal dari bahan mercon.
Waktu di lokasi kejadian itu, Siswanto menceritakan melihat kedua korban masih dalam keadaan hidup. Namun, untuk korban atas nama Rifa akhirnya meninggal dunia di tempat, karena waktu itu tidak cepat mendapatkan pertolongan.
“Yang satunya masih hidup atas nama Toni, asal Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo. Langsung saya larikan ke Rumah Sakit Bantarangin pakai sepeda motor saya. Dan yang satu tidak tertolong akhirnya meninggal di tempat,” katanya.
Tanpa menunggu bantuan lain datang, Siswanto membawa Toni menggunakan sepeda motor menuju Rumah Sakit Bantarangin Sumoroto untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, Rifa dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menurut perkiraan Siswanto, kedua korban diduga tengah merakit mercon yang rencananya akan digantungkan pada balon udara. Namun sebelum proses itu selesai, bahan tersebut lebih dulu meledak dan menghancurkan bangunan rumah.
“Hanya satu kali ledakan tapi suaranya luar biasa. Posisi saya di rumah jaraknya 500 meter tapi suaranya keras sekali,” kata Siswanto.
Sebelumnya diberitakan, ledakan dahsyat terjadi di Dukuh Cuet RT 02/RW 02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Rumah yang menjadi lokasi kejadian mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap dan dinding yang roboh akibat tekanan ledakan. Warga sekitar sempat mengira terjadi ledakan besar seperti tabung gas atau bahan peledak lain karena dentumannya sangat keras.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ledakan diduga berasal dari bahan petasan atau mercon yang disimpan di dalam rumah. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan serta kemungkinan adanya unsur kelalaian.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahaya merakit dan menyimpan bahan peledak secara sembarangan. Selain mengancam keselamatan diri sendiri, aktivitas tersebut juga berpotensi membahayakan warga sekitar, terlebih di kawasan permukiman padat penduduk seperti di wilayah Kecamatan Kauman, Ponorogo. (end/but)






