Lamongan (beritajatim.com) – Suasana kebersamaan yang mencerminkan kerukunan antarumat beragama mewarnai persiapan menyambut Hari Raya Nyepi di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.
Warga dari berbagai latar belakang agama bergotong royong menuntaskan pembuatan ogoh-ogoh yang akan diarak dalam pawai di alun-alun desa.
Total terdapat enam ogoh-ogoh berukuran besar yang disiapkan warga. Hingga kini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 90 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir.
Salah satu pembuat ogoh-ogoh, Wisnu Adi Pramono, mengatakan proses pembuatan tahun ini berlangsung lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Jika biasanya pengerjaan membutuhkan waktu hingga tiga sampai empat bulan, kali ini warga hanya memiliki waktu sekitar satu bulan.
“Keputusan membuat ogoh-ogoh baru diambil sekitar satu bulan lalu, sehingga pengerjaannya cukup ngebut. Meski begitu, kami optimistis semuanya selesai tepat waktu untuk pawai besok Rabu,” kata Wisnu, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, ogoh-ogoh dibuat menggunakan kerangka bambu yang dilapisi berbagai bahan seperti kertas koran, kertas semen, hingga tisu sebelum akhirnya dicat.
Untuk satu ogoh-ogoh berukuran besar, biaya yang dibutuhkan berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.
Selain ogoh-ogoh besar, warga juga menyiapkan sejumlah ogoh-ogoh kecil yang nantinya akan diarak oleh anak-anak sekolah dasar.
Menariknya, proses pembuatan patung raksasa tersebut tidak hanya melibatkan umat Hindu. Warga Muslim dan Kristen di desa yang dikenal sebagai Desa Pancasila itu juga turut ambil bagian dalam proses pengerjaan.
“Kami mengerjakan ini bersama-sama. Ada warga Islam dan Kristen yang ikut membantu pengerjaan, terutama pada tahap awal yang membutuhkan banyak tenaga,” ujarnya.
Pawai ogoh-ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu (18/3/2026) di Alun-alun Desa Balun, mulai pukul 14.00 WIB. [fak/beq]






