Tuban (beritajatim.com) – Yayasan Mega Gloryoung International (MGI) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memberikan kacamata gratis kepada siswa SMP Negeri 1 Tuban, Kamis (21/12/2023).
Adapun kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tuban, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban.
Manajer Yayasan MGI, Febrian mengungkapkan, ini kali pertama pihaknya menggelar kegiatan di Kabupaten Tuban membagikan kacamata gratis kepada 16 anak remaja SMP yang mengalami minus di atas 5 dan satu anak mendapatkan kacamata akibat glukoma.
“Hari ini yang kita berikan kacamata ada 2 kategori yaitu penderita glukoma segala usia dan yang kedua berpotensi glukoma yakni seseorang yang minusnya 5 ke atas,” ucap Febrian.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Glaucoma Society untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut dan memberikan kacamata gratis untuk penderita glukoma.
“Menurut isu dari WHO bahwa di tahun 2030 banyak yang mengalami kebutaan dunia, sehingga dengan kegiatan ini yang kebetulan kami menyasar anak – anak usia di bawah 16 tahun menjadi generasi penerus, sehingga kita berikan kacamata gratis,” ucapnya.
Masyarakat Kabupaten Tuban juga bisa mendapatkan fasilitas tersebut dengan persyaratan bahwa penderita glukoma untuk segala usia dengan syarat harus ads keterangan dari dokter yang menerangkan bahwa ada diagnosa glukoma atau boleh membawa surat rujukan.
Lalu syarat yang kedua memiliki obat tetes, dimana orang yang sakit glukoma biasanya memiliki obat tetes mata. “Obat ini jenisnya apa yang biasa dipakai itu juga,” imbuhnya.
Selain itu, menyertakan identitas diri KTP, KK dan mengisi formulir sesuai dengan ketentuan dari Glaucoma Society yang memiliki program tersebut.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Kesehatan Tuban Fatkhur Rohman memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, harapannya dengan kacamata yang diberikan kepada siswa bisa membantu dalam pembelajarannya serta kesehatannya.
“Memang sasarannya untuk anak usia di bawah 16 tahun yang sudah minus lebih dari 5, jadi yang minus 4 atau 3 belum bisa mendapatkan kacamata gratis,” tutur Fatkhur Rohman.
Pria yang akrab disapa Fatkhur ini menyampaikan, sebelumnya para siswa ini dilakukan skrinning, ternyata banyak yang minus 7 sampai 8, salah satu faktor kemungkinannya dampak dari gadget yang sangat mempengaruhi.
“Jadi bisa karena sering main hp, kemudian kena radiasi, bisa dari hp, televisi dan lain sebagainya,” tutup Fatkhur. [ayu/ian]






