Blitar (beritajatim.com) – Perbaikan perlintasan kereta api yang dilakukan oleh PT KAI di sejumlah titik di Kota Blitar menimbulkan kerawanan terjadinya kecelakan. Hal itu terjadi lantaran banyaknya kerikil yang keluar dari lintasan rel.
Kondisi itu pun membuat para pengendara khususnya roda 2 harus ekstra waspada. Bahkan beberapa pengendara ada yang terpaksa turun dari motor lantaran takut jatuh saat melintas di perlintasan kereta api yang baru diperbaiki tersebut.
“Waduh ini kok tidak segera diperbaiki ya, apa diaspal lagi gitu, kan membahayakan ini kalau seperti ini,” ucap Enggal, pengendara sepeda motor yang baru saja melintas di perlintasan KA di jalan Mawar Kota Blitar, Senin (23/10/2023).
Warga dan pengendara pun berharap agar perlintasan KA tersebut segera dilakukan pengaspalan, sehingga kerikil-kerikil tersebut tidak bertebaran di jalanan. Sehingga para pengendara khususnya roda 2 tidak lagi perlu khawatir akan terjadinya kecelakaan yang ditimbulkan dari kerikil perbaikan rel kereta api.
“Mbok ya segera dilakukan pengaspalan agar tidak banyak yang jatuh,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Perkebunan di Blitar Laporkan DPRD ke Badan Kehormatan
Total ada 3 perlintasan kereta api di Kota Blitar yang dilakukan perbaikan oleh PT KAI. Ketiganya adalaha di JPL No 191 yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sananwetan, Kota. Blitar dan JPL No 197 yang berlokasi di Jalan Mawar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Satu lagi perlintasan yang dilakukan perbaikan adalah berada di Jalan Bengawan Solo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Usai perbaikan memang lokasi perlintasan tersebut belum dilakukan pengaspalan, sehingga kerikilnya keluar hingga ke ruas jalan.
Maka dari itu PT KAI Daop 7 Madiun meminta seluruh pengendara untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan KA yang sedang dilakukan perbaikan tersebut.
BACA JUGA:
Momen Lucu, Anak Keterbelakangan Mental Minta Mensos Benahi Jalan Rusak di Blitar
“Pekerjaan perbaikan perlintasan meliputi pembongkaran aspal di sisi kiri dan kanan rel, penggantian bantalan beton dan rel, kemudian dilakukan perbaikan geometri rel agar sisi kiri dan kanan rel seimbang, serta pemadatan batu kricak. Usai jalur dinyatakan stabil, kemudian akan dilakukan pengaspalan kembali,” terang Pelaksana Harian Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Imanuel Setya Budi Harwanto.
Lebih lanjut, Imanuel menghimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati. Karena selain terdapat penumpukan material, juga akan ada lalu lalang para pekerja proyek.
“Kami atas nama Manajemen KAI Daop 7 Madiun memohon maaf atas ketidaknyamanan masyarakat dan para pengguna jalan karena adanya perbaikan tersebut,” pungkas Imanuel. [owi/beq]






