Lamongan (beritajatim.com) – Persela bermain imbang 2-2 menghadapi PSM Makassar, pada pekan ke-31 Liga 1, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin tadi (14/3/2022). Kini Persela Lamongan harus dihadapkan pada persoalan yang runyam.
Persoalan tersebut yakni tim berjuluk Laskar Joko Tingkir semakin mendekati kepastian untuk turun kasta ke Liga 2, setelah menambah catatan buruknya berupa 22 kali pertandingan beruntun tanpa kemenangan.
Selain itu, kegagalan menaklukkan PSM Makassar juga membuat tim kebanggaan Kota Soto ini masih bercokol di urutan ke-17 dengan koleksi hanya 20 poin dari 31 laga yang dijalaninya.
Tim kebanggaan masyarakat Lamongan tertinggal 8 angka dari Barito Putera yang duduk di peringkat 15 atau batas aman zona degradasi. Nahasnya, jika Barito Putera menang atas Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-31 malam ini, maka Persela dipastikan tumbang dari Liga 1.
Pelatih sementara Persela Lamongan, Ragil Sudirman mengatakan bahwa dalam laga krusial menghadapi PSM, sebenarnya Persela sudah berusaha mati-matian agar bisa menang. Sayangnya, malam ini nasib masih berkata lain.
“Pertandingan malam ini kita sudah bekerja keras untuk memangkan pertandingan, tapi kita belum dikasih kemenangan,” ujar Ragil, dalam konferensi pers usai pertandingan, Senin (14/3/2022).

Diketahui sebelumnya, Persela menargetkan akan menyapu bersih sisa pertandingan Liga 1 musim ini demi menyelamatkan Persela dari bayangan degradasi yang terus mengancamnya.
Bahkan, Ragil mengungkapkan, pihaknya telah menekankan kepada para pemainnya bahwa meraih kemenangan atas PSM Makassar merupakan harga mati.
“Yang jelas, sebenarnya Persela tadi posisinya harus menang. Padahal kita sudah mengharapkan motivasi pemain kita harus menang, tidak ada seri tidak ada kalah. Tapi namanya main bola mau enggak mau harus menerima, meski kita harus kecewa,” bebernya.
Lebih lanjut, saat disinggung mengenai kepastian Persela turun kasta jika Barito Putera menang atas Persebaya Surabaya, Ragil mengaku hanya bisa berharap keajaiban datang sembari fokus melakukan pembenahan pada tim asuhnya.
“Yang jelas kita juga nanti menunggu hasil pertandingan Barito vs Persebaya. Kami tetap mengharapkan, tapi kita juga tidak bisa hanya menggantungkan pada tim lain, kita tetap fokus pada tim kita dulu. Mudah-mudahan pertandingan selanjutnya anak-anak bisa maksimal,” paparnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persela”]
Sebagai informasi, di saat kondisinya yang masih sedang pesakitan, Persela kembali harus dihadapkan pada laga melawan Bhayangkara FC. Tentu, ini suatu hal yang tak mudah bagi Persela, pasalnya Skuat Bhayangkara FC bertekad mengejar titel juara musim ini meskipun itu sangat tipis dan hanya bisa di runner up.
“Pertandingan berikutnya kita akan main dengan Bhayangkara FC, yang jelas Bhayangkara pemainnya juga banyak yang bagus, tapi kita tetap menekankan kepada pemain Persela bahwa tujuan kita harus menang, kita kerja di lapangan, jadi sebelum kita melaksanakan pertandingan, kita tidak boleh pesimis, kita harus optimis,” tandas Ragil. [riq/but]






