Jember (beritajatim.com) – Bambang Hariono, Kepala Dinas Pendidik Jember, Jawa Timur, akan segera pensiun dari aparatur sipil negara. Dibutuhkan sosok pengganti yang tepat.
“Dengan segera berakhirnya masa tugas Kepala Dinas Pendidikan Jember karena pensiun, bupati harus berhati-hati memilih penggantinya, yaitu harus orang yang tepat, tidak asal comot, dan tentu melalui mekanisme yang benar,” kata Ardi Pujo Prabowo, juru bicara Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya.
Menurut Ardi, pemilihan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Jember harus lebih cermat. “Jangan sampai, Jember yang terkenal menjadi pusat pendidikan, kota seribu pesantren, punya banyak perguruan tinggi, justru tidak tepat dalam memilih pejabat. Pejabat yang dipilih, harus mempunyai banyak inovasi, bukan hanya bertugas menjalankan fungsi, yang ditugaskan bupati,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Salah satu inovasi adalah untuk pengembangan pendidikan formal dan informal. “Kami merindukan Program Pendidikan Gratis (PPG) yang seakan lupa dari ingatan kita semua. Kami ingin PPG digelorakan kembali. Bukan saja bagi sekolah negeri, tetapi juga untuk sekolah-sekolah swasta, tidak terkecuali bagi madrasah ibtidaiyah maupun pesantren,” kata Ardi.
Bupati Hendy Siswanto tak menanggapi permintaan Fraksi GIB soal posisi Kepala Dispendik. Ia hanya menyatakan, Program Pendidikan Gratis (PPG) 2021 dialihkan untuk anggaran peningkatan kesejahteraan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap. Pemkab Jember memberikan honorarium dengan memenuhi standar upah minimum kabupaten.
“Sedangkan untuk kelanjutan Program Pendidikan Gratis (PPG) akan kami kaji lebih lanjut,” katanya, dalam sidang paripurna pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022, di gedung DPRD Jember, Rabu (10/11/2021). [wir/ted]






