Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin Anda sering merasa ketika akan terjadinya hujan, udara di lingkungan sekitar terasa begitu panas. Bahkan hal ini akan membuat Anda merasa gerah dan berkeringat. Biasanya sebelum hujan turun ditandai dengan awan-awan mendung serta rintikan gerimis.
Namun nyatanya ada satu hal yang selalu jadi penanda sebelum hujan, yaitu hawa yang panas. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi ? Hal ini terjadi karena dalam proses perubahan air menjadi bentuk gas atau dikenal juga dengan evaporasi, diperlukan penyerapan energi dalam bentuk panas.
Energi panas ini kemudian akan disimpan oleh molekul-molekul uap air, yang selanjutnya uap air ini akan naik ke atas dan sampai pada ketinggian yang suhunya lebih rendah. Ketika udara panas bertemu dengan udara dingin, terbentuklah awan yang lebih tebal.
Ketika awan gelap dan mendung terbentuk, di dalam awan itu akan terjadi proses perubahan uap air menjadi air. Untuk menjadi hujan, awan itu harus mengeluarkan energi panas yang disimpan. Energi panas ini yang sering dirasakan sebelum hujan oleh manusia.
Sebab keluar dalam jumlah yang masif, udara yang panas ini mempengaruhi kenaikan temperatur udara di sekitar tempat akan terjadinya hujan. Untuk durasi waktu, hal ini bisa terjadi selama 15 menit hingga 1 jam.
Dilansir dari pendapat Koordinator Sub-Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala Putra, menjelaskan bahwa suasana udara panas itu terjadi selama 15 menit sampai 1 jam sebelum terjadinya hujan turun. Faktanya, udara panas ini bisa terjadi sepanjang hari sebelum hujan, bahkan hal ini bisa terjadi saat malam, siang hari, atau di pagi hari.
Di samping itu penyebab lain yang bisa juga berpengaruh pada panas sebelum hujan, yaitu akibat efek rumah kaca. Ketika mendung menutupi langit, secara otomatis panas matahari tak bisa terpantulkan lagi hingga terjebak di Bumi.
Teori tersebut semakin kuat karena oleh komposisi awan yang ternyata sebagian besar terdiri dari udara biasa yang punya kandungan banyak polusi seperti karbon dioksida.
Polusi ini yang menjebak panas matahari, persis seperti yang diterangkan dalam teori efek rumah kaca yang membuat panas terperangkap dengan gas rumah kaca dalam atmosfer. Itulah penyebab dari gerah dan panas sebelum terjadinya hujan. (dan/ian)






