Jember (beritajatim.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menobatkan infrastruktur jalan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi yang terbaik secara nasional untuk tingkat kabupaten. Insentif program bantuan penanganan jalan dan atau jembatan sebesar Rp 40 miliar digerojokkan oleh pemerintah pusat.
Penghargaan itu diterima Bupati Hendy Siswanto, dalam perayaan Hari Jalan, di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (20/12/2023) malam. “”Kami mendapatkan hadiah luar biasa. Kita juara satu infrastruktur seluruh Indonesia,” katanya.
Hendy mengatakan, masih banyak infrastruktur jalan di Jember yang belum diselesaikan. “Ratusan kilometer belum selesai. Mudah-mudahan (insentif) ini bisa mengurangi jalan kita yang kurang baik, dan kami akan perbaiki juga jembatan insyaallah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember Rahman Anda mengatakan, ada beberapa kriteria pengembangan infrastruktur di daerah, antara lain berkaitan dengan panjang jalan, luas wilayah, jumlah penduduk, akses infrastruktur merata. “Juga berkaitan dengan kemantapan jalan dan kebijakan anggaran,” katanya.
Menurut Rahman, Jember dinilai memiliki kemantapan jalan dari 60 persen pada 2021 menjadi 90 persen pada 2023. “Ini lompatan yang jauh sekali. Kemantapan jalan ini diartikan kondisi jalan yang baik. Mulai 2021 sampai sekarang sudah ada 1.200 kilometer jalan yang dibangun atau diperbaiki,” katanya.
Tersisa kurang lebih sekitar 500-600 kilometer jalan kabupaten dan desa yang perlu perbaikan. “Tahun 2024, kami tetap memprioritaskan jalan yang belum tertangani dan perawatan terhadap pekerjaan yang sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Rahman.
Pembangunan jalan di kawasan Bandealit yang termasuk Taman Nasional Meru Betiri mendapat perhatian dari pemerintah daerah. “Mudah-mudahan bisa sampai ke permukiman dan pantai sekitar 14 kilometer. Kalau sekarang yang sudah selesai kurang lebih satu kilometer, dan pada akhir tahun ini kami melakukan lelang tidak mengikat sehingga pada awal tahun depan sudah dilakukan kontrak,” kata Rahman.
Mengenai jalan-jalan di desa-desa, Rahman berharap pemerintah desa mengalokasikan dana untuk perbaikannya. “Bisa lewat dana desa maupun alokasi dana desa. Sementara untuk jalan-jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan, mungkin kami bisa masuk dalam penanganannya,” katanya. [wir]






