Lamongan (beritajatim.com) – Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Balai Kartini Temanggung menyalurkan bantuan sosial kepada warga Lamongan yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Njero yang terjadi beberapa pekan terakhir.
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lamongan, Margono membenarkan, jika Kemensos melalui Balai Kartini Temanggung telah menyerahkan bansos berupa 575 paket sembako dan perabotan alat masak rumah tangga kepada korban banjir di Lamongan.
“Bantuan dari Kemensos melalui Balai Kartini Temanggung ini diperuntukkan bagi korban banjir yang ada di Desa Kemlagi Lor, Kecamatan Turi,” ujar Margono kepada wartawan, usai menyerahkan bantuan, Senin (3/1/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
Selain paket sembako dan perabot alat masak, menurut Margono, Kemensos juga memberikan tempat tidur bagi warga korban banjir. Bansos yang disalurkan ke Desa Kemlagi Lor ini, imbuh Margono, sesuai data yang ada, yakni kepada 575 warga terdampak banjir anak Bengawan Solo tersebut.
Tak hanya itu, dalam penyaluran bansos ini, Margono menuturkan, bahwa Dinsos telah berkoordinasi dengan BPBD Lamongan. “Terimakasih kepada Bu Menteri Sosial yang sudah membantu para korban banjir di Lamongan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kades Kemlagi Lor Abdul Rohim mengungkapkan, sejumlah bantuan sebelumnya juga telah diterima oleh para korban banjir di desanya. Bantuan tersebut, jelas Rohim, berupa sembako dan bantuan pemeriksaan kesehatan dari Pemkab Lamongan. “Sebelumnya juga sudah ada bantuan kepada kami para korban banjir dari Pemkab Lamongan,” jelas Rohim.
Sementara itu, Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan, Muhammad Muslimin mengaku, Pemkab Lamongan telah melakukan berbagai upaya untuk menangani banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero ini.
Adapun bantuan tersebut, Muslimin menyebut, seperti menyediakan transportasi darurat, pompanisasi untuk membuang air banjir, hingga memberikan bantuan berupa sembako.
“Banjir terjadi di 6 kecamatan, yakni kecamatan Turi, Kalitengah, karangbinangun, Glagah, Deket, dan Karanggeneng. Ini memang banjir tahunan. Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk menangani masalah banjir Bengawan Njero ini,” pungkasnya.[riq/kun]






