Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 47 siswa perwakilan dari seluruh Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Mojokerto turut meramaikan gelaran Mojotirto Festival. Para siswa tersebut memperagakan permainan tradisional di hadapan Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) RI, Diah Natalisa.
Sejumlah ragam permainan tradisional ditampilkan di bantaran Sungai Ngotok, tepatnya di bawah Jembatan Rejoto. Antara lain bola bekel, sonda, dakon dan lompat tali. Kakak kandung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian ini mengapresiasi permainan tradisional dalam rangka peringatan Hari Air se-Dunia yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”mojotirto-festival”]
“Diawali dengan satu hal yang sangat menarik, permainan anak-anak. Mungkin selama ini sudah jarang dilakukan oleh anak-anak kita. Saya kira ini satu hal yang perlu kami apresiasi, kita bangkitkan lagi kearifan lokal biar anak-anak kita juga tidak dengan gadget saja. Mengingatkan kembali ada hal-hal sangat kondusif, kebersamaan,” ungkapnya, Senin (22/3/2022).
Selain permainan tradisional, masih kata Diah, dalam gelaran Mojotirto Festival dinilai adanya kebersamaan dari beragam lapisan masyarakat. Sehingga pihaknya mengapresiasi acara digelar Pemkot Mojokerto tersebut dalam memperingati Hari Air se-Dunia. Kota Mojokerto menurutnya bisa menjaga sumber air dan lingkungan.
“Apalagi ada beragam kegiatan yang lain. Ada festival kuliner juga, bagaimana adik-adik dan seluruh lapisan masyarakat bersama-sama, berkolaborasi menyelenggarakan acara ini. Kami sangat berharap dengan dengan acara hari ini dapat membangkitkan semangat kita untuk berkolaborasi sehingga dapat meningkatkan perekonomian di Kota Mojokerto,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, Pemkot Mojokerto berupaya memaksimalkan inovasi tersebut sebagai sebuah pembiasaan. Tidak hanya bagi jajaran perangkat daerah, namun masyarakatnya sehingga melalui inovasi-inovasi tersebut yang bisa mengantarkan Pemkot Mojokerto hingga sampai saat memiliki 79 inovasi.
“Ada 79 inovasi yang masuk dalam aplikasi Kemendagri. Dan salah satu inovasinya adalah penyatuan berbagai jenis, seni, budaya, agama menjadi satu berkolaborasi, bersinergi untuk membangkitkan kembali ekonomi Kota Mojokerto dengan adanya dampak pandemi yang telah menjadikan hampir seluruh daerah seluruh Indonesia mengalami resesi,” tuturnya.
Melalui upaya tersebut, perekonomian Kota Mojokerto naik signifikan. Dalam satu tahun terakhir, dari -3,63 bisa menjadi positif 3,69. Menurutnya hal tersebut menjadi lompatan Kota Mojokerto yang luar bisa dalam ikhtiar bersama-sama. Melalui event-event budaya seperti Mojotirto Festival adalah bagian dalam upaya membangkitkan ekonomi Kota Mojokerto.
“Karena potensi seni budaya di Kota Mojokerto sangat luar biasa banyak, jika ini bisa kita minit sedemikian rupa, menyatukan dengan potensi UMKM yang ada 30 ribu lebih, yang selama ini sudah kita berikan pendampingan, pelatihan, permodalan dan juga bantuan usaha. Ini juga menjadi energi, bagaimana bisa tumbuh menjadi 3,90 dari -3,63 tersebut,” jelasnya. [tin/suf]







