Jember (beritajatim.com) – Kementerian Perhubungan memfasilitasi bengkel kendaraan milik masyarakat untuk menjadi bengkel konversi kendaraan listrik. Bupati Jember Hendy Siswanto meminta Kemenhub untuk memprioritaskan pembangunan bengkel kendaraan listrik di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Direktur Sarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Danto Restyawan mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan peraturan konversi kendaraan. “Tinggal masyarakat yang punya bengkel untuk mengajukan kepada kami,” katanya, di sela-sela kunjungan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (9/11/2022).
Syaratnya mudah. Cukup mengajukan permohonan disertai gambar-gambar alat yang sudah dipunyai.
“Nanti kami cek ke lokasi, (izin) langsung keluar. Kenapa kita butuh bengkel tersertifikasi? Kita yakin bengkel-bengkel itu membuat konversinya sudah mengutamakan keselamatan,” kata Danto.
Sementara itu, Hendy memastikan kendaraan-kendaraan dinas Pemkab Jember yang semula berbahan bakar minyak akan dikonversi menjadi kendaraan berbahan bakar listrik. “Bukan hanya mobil, kami sepeda motor punya banyak, dan akan kami coba itu nanti,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kendaraan-listrik”]
“Teman-teman DPRD Jember sudah memberi sinyal oke. Siapa lagi kalau bukan kita? Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ini bagian dari stimulan contoh agar masyarakat bisa memakai sepeda motor atau mobil listrik. Ini program pemerintah yang betul-betul berdampak kepada masyarakat,” kata Hendy.
Oleh sebab itu, Hendy akan menyurati Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan agar bisa memfasilitasi pembangunan bengkel konversi kendaraan listrik.
“Lebih banyak (bengkel) lebih bagus. Saya mau minta minimal lima atau sepuluh. Kami akan bersurat agar Jember diberi prioritas,” katanya. [wir]






