Surabaya (beritajatim.com) – Nagelsmann memang sebuah fenomena. Karirnya sebagai pemain bola bisa dibilang tragis namun, membuka pintu lain di dunia kepelatihan. Tahun 2008, akibat cedera berkepanjangan selama dua musim berturut-turut, ia memutuskan pensiun sebagai pemain sepakbola profesional di usia 20 tahun.
Ia lalu melanjutkan pendidikan di perkuliahan lalu belajar sport science. Ia juga mengambil kursus kepelatihan sampai kemudian menjadi pelatih profesional termuda ketika menukangi 1899 Hoffenheim pada tahun 2015.
Karirnya terus melejit setelahnya dan kemarin malam, di usianya yang baru 34 tahun ia berhasil memenangkan trofi pertamanya bersama Bayern Munchen. Kemenangan atas Borussia Dortmund ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Nagelsmann bersama Munchen.
Sebelumnya, empat pertandingan pra musim bersama Munchen berakhir dengan tiga kekalahan dan satu hasil imbang. Di spieltag pertama Bundesliga melawan Monchengladbach pun berakhir imbang dengan skor 1-1. Tak kunjung mendapat hasil positif, banyak fans sepakbola ragu Munchen akan mampu menang melawan Dortmund di ajang Piala Super DFL.
Lebih-lebih di pertandingan sebelumnya, Dortmund mampu menang 5-2 atas Eintracht Frankfurt pada spieltag pertama Bundesliga. Ditambah, pada pertandingan tersebut striker muda mereka Erling Haaland mencetak dua gol dan tiga asis.
Nagelsmann tetaplah Nagelsmann, ditengah keraguan atas kemampuannya menjadi pelatih Munchen yang memiliki banyak pemain bintang dunia, ia mampu membuktikan diri. Ia masih menggunakan formasi dan line up pemain yang sama seperti ketika melawan Monchengladbach; 4-2-3-1.
Neuer di bawah mistar, duet Sule dan rekrutan baru Upamecano di bek tengah, Davies bek kiri dan Stanisic di bek kanan. Goretzka dan Kimmich berperan sebagai double pivot di tengah dan Muller seperti biasa sebagai raumdeuter. Di sisi penyerang kanan dan kiri ada Sane dan Gnabry yang siap menusuk, dilengkapi Lewandowski sebagai penyerang tengah.
\
Dortmund di sisi lain juga hadir dengan pelatih baru Marco Rose, yang sebelumnya melatih Monchengladbach. Mereka juga baru saja ditinggal salah satu pemain terbaiknya, Jadon Sancho yang pindah ke Manchester United.
Turun dengan formasi 4-3-3, pasukan Dortmund tampak menakutkan di depan namun rentan di belakang. Sebab, mereka terpaksa menurunkan Axel Witsel yang biasanya bermain sebagai gelandang, pindah ke bek tengah. Witsel ditemani Akanji di lini tengah pertahanan, bek kanan diisi Passlack, dan kiri diisi Schulz, di belakangnya ada Kobel sebagai penjaga gawang.
Di tengah, diisi gelandang-gelandang muda, Bellingham di kanan, Dahoud di tengah dan Reyna di kiri. Di sektor penyerangan ada ujung tombak Haaland didampingi Reus di kiri dan Moukoko di kanan.
Pertandingan berjalan dengan cukup alot dan seimbang. Penguasaan bola kedua tim tak jauh berbeda Munchen 52% dan Dortmund 48%. Munchen mampu lebih unggul dalam penguasaan bola karena memiliki passing succes yang lebih tinggi. Tidak adanya gol hingga menit ke 40 juga menandakan bahwa permainan antara dua tim terbaik di Jerman ini memang berjalan alot.
Bahkan, Dortmund hampir saja mencetak gol lebih dulu di menit 19 setelah umpan trobosan Bellingham mampu dieksekusi dengan baik oleh Reus, sayangnya bola tendangan Reus masih mampu ditahan oleh Neuer.
Empat belas menit kemudian, ganti Munchen yang mendapatkan peluang besar. Tendangan bebas mendatar yang ditembakkan Kimmich tepat mengarah Muller, sayang dua kali tendangan Muller masih bisa diblok oleh kerumunan pemain bertahan dortmund. Baru di menit 41, Munchen mampu unggul lebih dahulu. Umpan silang Gnabry mampu dieksekusi dengan baik oleh Lewandowski melalui sundulan.
Babak kedua baru berjalan empat menit, Munchen menggandakan keunggulan. Kali ini crossing ke arah gawang Dortmund diterima Lewandowski lalu flick kebelakang, disambut Muller dengan tendangan keras ke sisi atas gawang. Skor 2-0.
Menit 64 Reus berhasil memperkecil ketinggalan dengan tendangan keras jarak jauh yang menghujam sisi kiri atas gawang Neuer, lagi-lagi umpan dari Bellingham. Sepuluh menit berselang, Munchen berhasil Kill The Game setelah Lewandowski berhasil mencetak gol ketiga Munchen hasil umpan dari Tolisso.
Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Munchen. Kemenangan pertama yang langsung menghasilkan trofi. [tur/bj0]






