Tuban (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Tuban gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) soal Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Gang Resto Tuban. Selasa (30/7/2024).
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Tuban turut mengajak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban dalam mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkotika.
Kepala Kantor Kemenag Tuban Umi Kulsum mengatakan, bahwa kegiatan positif ini tujuannya untuk memaksimalkan peran Penyuluh Agama Islam dalam melancarkan program P4GN.
“Kami juga mengucapkan terimakasih melalui mou yang sudah ditandatangani dan akan memaksimalkan peran Penyuluh Agama Islam,” ujar Umi Kulsum.
Wanita yang akrab disapa Umi ini juga mengaku yang terlibat tidak hanya menggerakkan Penyuluh Agama Islam tapi juga guru madrasah dan guru PAI yang memiliki ribuan anak didik.
“Kami juga mempunyai 1000 majelis taklim, jika setiap majelis taklim punya 20 orang anggota dan masing-masing bisa menyampaikan sosialisasi P4GN di lingkungannya,” terang Umi.
Oleh karenanya, ia meminta kepada penyuluh agama islam, majelis taklim, guru madrasah dan guru PAI untuk mengikuti kegiatan dengan baik dan bisa segera ada aksi di lapangan.
“Ke depan perlu dilombakan menulis khutbah tentang pencegahan narkoba,” bebernya.
Selain itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban Mashari menyampaikan akan ada raker lanjutan untuk membahas program penanggulangan narkoba ini. Sedangkan, sosialisasi yang diberikan oleh BNNK Tuban yakni Permasalahan Narkoba dan Strategi P4GN dan Pengetahuan Dasar Adiksi, Konseling dan Rehabilitasi.
Lalu, materi Literasi Digital Dalam P4GN oleh Dosen Unirow Andik Adi Suryanto dan materi Public Speaking oleh A Hamam Rosyidi.
Sementara itu, Kepala BNNK Tuban Tri Tjahyono mengatakan, sangat mengapreasi adanya kolaborasi bersama Kemenag Tuban dalam sosialisasi P4GN.
“Di Kabupaten Tuban ini unik, narkotika yang paling banyak dipakai itu jenis karnopen dan sabu-sabu,” tutur Tri Tjahyono.
Menurut Tri, Kemenag Tuban memang mempunyai grasroot yang kuat dalam segi massa, untuk itu pihaknya menekan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat, bagaimanapun pencegahan lebih utama daripada rehabilitasi.
“Kami berharap para penggiat dari Kemenag bisa memberikan informasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat,” paparnya. [ayu/beq]






