Tuban (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban turut serta dalam program “Indonesia Khataman Al-Qur’an” yang menargetkan 350.000 kali khataman dalam sehari. Kegiatan ini berlangsung di Gedung PLHUT pada Minggu (16/03/2025) dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menyebutkan bahwa di wilayah Tuban terdapat 4.044 kali khataman Al-Qur’an yang tersebar di 23 titik lokasi.
“Selain di satuan kerja (satker) induk, kegiatan ini juga dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA), satker madrasah, majelis taklim, pesantren, TPQ, serta organisasi Islam seperti DMI, LPTQ, madrasah swasta, madrasah diniyah, dan IPARI,” ujar Umi Kulsum.
Program “Indonesia Khataman Al-Qur’an” merupakan inisiatif Masjid Istiqlal bersama Kementerian Agama, dengan target minimal 350.000 kali khataman dalam sehari pada 16 Ramadan, mulai pukul 00:01 hingga 20:00 WIB.
“Acara ini melibatkan berbagai elemen, termasuk masjid, KUA, pesantren, majelis taklim, organisasi Islam, serta individu yang tergabung dalam kelompok pengajian,” tambahnya.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati Nuzulul Qur’an, tetapi juga memperkuat kebersamaan umat Islam dalam membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an. Selain itu, acara ini menjadi bagian dari upaya mencatatkan sejarah dengan pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).
Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Kementerian Agama, LPTQ provinsi dan kabupaten, masjid, KUA, majelis taklim, komunitas pengajian, pesantren, madrasah, perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI dan PTKIS), organisasi Islam, serta masyarakat umum.
Sebagai rangkaian acara, pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB akan digelar Haflah Peringatan Nuzulul Qur’an. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, Sheikh Hamed Shakernejad, Sheikh Ahmad Abol Ghasemi, Ustadz Darwin Hasibuan, dan Ustadz Muhammad Rizqon dari Masjid Istiqlal. Acara ini disiarkan langsung melalui Zoom, Live Metro TV, serta streaming YouTube Masjid Istiqlal.
Pelaksanaan khataman dimulai pada Minggu, 16 Maret 2025, dengan ketentuan seluruh peserta menyelesaikan khataman sebelum Magrib waktu setempat. Setiap kelompok diwajibkan mendokumentasikan kegiatan serta melaporkan jumlah khataman yang telah dilakukan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an,” pungkas Umi Kulsum. [ayu/but]






