Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geo Fisika ( BMKG ) Jawa Timur mengumumkan bahwa musim kemarau diperkirakan datang lebih awal. Musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Dasarian I-III Bulan April 2023.
Berdasarkan data BMKG bahwa musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro diperkirakan terjadi Bulan April 2023. Sejumlah daerah yang mulai merasakan kemarau itu akan dirasakan pada 21 kecamatan yang ada di Bojonegoro.
Kecamatan itu yakni Balen, Baureno, Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kepohbaru, Malo, margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Sekar, Sumberejo, Tambakrejo dan Kecamatan Trucuk.
Masih berdasarkan data dari BMKG Jawa timur beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro baru memasuki musim kemarau diperkirakan pada Dasarian I-III Bulan Mei 2023 yakni Kecamatan Bubulan, Gondang, Kedungadem, Sugihwaras, Sukosewu dan Temayang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto, menyampaikan bahwa dimasa peralihan musim ini warga masyarakat diminta untuk tetap waspada.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bojonegoro”]
Saat peralihan musim itu, diperkirakan akan terjadi angin kencang dan hujan lebat dengan intenstitas singkat. Karena itu adalah salah satu tanda peralihan musim. Puncak musim kemarau diperkirakan pada Bulan Agustus .
“Tahun ini musim kemarau datang lebih awal dengan sifat musim kemarau lebih panjang dan lebih kering,” ujarnya, Sabtu (18/03/2023).
Kepada masyarakat yang biasanya bergantung pada sistem pengairan dengan air hujan untuk benar-benar memperhatikan pola tanam. “Sehingga tidak terjadi gagal panen atau kerugian karena kekurangan air,” pungkas Ardhian. [lus/but]






