Surabaya (beritajatim.com) – Keluarga korban hilang kapal tambangan tenggelam di aliran sungai Brantas Jalan Mastrip, Karang Pilang menabur bunga di sekitar sungai Sabtu, (25/3/2023). Aksi iti dilakukan dengan harapan agar korban berinisial D yang hilang segera ditemukan.
Pantauan beritajatim.com pada pukul 15.49 WIB, petugas gabungan mengerahkan 10 perahu motor dan sejumlah penyelam untuk mencari korban yang hilang. Sejumlah keluarga korban tampak di pinggir sungai tempat petugas mendirikan pos dengan wajah bersedih. Keluarga korban tampak shock, beberapa kali keluarga korban berteriak sambil menangis dan tidak berhenti mengucapkan doa-doa.
Salah satu keluarga berinisial D tidak bisa berbicara banyak. Ia hanya pasrah dengan petugas gabungan untuk mencari keberadaan adik perempuannya yang jadi korban kapal tambangan tenggelam di Karang Pilang.
“Pasrah sama petugas. Semua masih berusaha. Mau gimana lagi,” ujarnya.
Baca Juga:
Dalam Pencarian, Ini Identitas Korban yang Hanyut Akibat Tenggelamnya Perahu Tambang
Sementara itu On Scene Commander (OSC) Basarnas Surabaya, Oktaviano menyatakan, petugas telah menyisir dan melakukan pencarian sampai pintu air Rolag yang berjarak sekitar tiga kilometer dari titik terakhir korban terlihat.
“Kami perluas pencarian dari titik kejadian, sampai pintu air Rolag, tiga kilometeran sekitar itu. Ada 10 tim perahu karet dari berbagai tim SAR gabungan,” kata Oktaviano.
Baca Juga:
Kapal Tambang Tenggelam di Karang Pilang, Ini Cerita Korban Selamat
Namun hingga kini pencarian belum membuahkan hasil karena derasnya arus sungai. Ia menyebut, kemungkinan terburuk, pencarian akan dihentikan pukul 17.00 WIB dan dilanjutkan besok.
“Kendala arus sangat deras tadi, dilaksanakan penyelaman dari Marinir, sangat deras. Kemungkinan sampai pukul 17.00 WIB,” tandasnya. [ang/beq]






