Malang (beritajatim.com) – Pemerintah kembali memerbolehkan mudik Lebaran meski harus dengan penerapan protokol kesehatan. Memanfaatkan kesempatan tersebut, ratusan warga dua kecamatan di pulau Madura, bakal menggelar halalbihalal di kediaman Masrum di kawasan Pantai Ungapan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Sawardi Hasan, salah satu perwakilan keluarga Madura di Malang Selatan menjelaskan, perhimpunan keluarga besar yang dikemas dengan jargon ‘Jawa Madura’ (Jawara) ini, sudah terbentuk sejak 8 tahun lalu.
Namun, kata Sawardi, karena terbentur kondisi pandemi Covid-19, acara silaturahim keluarga besar Bani Abbas yang ada di Lintas Jawa Madura ini, sejak 2 tahun lalu terpaksa ditiadakan.
“Acara halalbihalal keluarga besar Jawa Madura kali ini akan kembali digelar di kediaman Bapak Masrum di bilangan Pantai Ungapan Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan pada hari Kamis (12/5/2022) mendatang,” tegas Sawardi, Minggu (8/5/2022).
Lanjut Sawardi, halalbihalal ini merupakan satu tradisi yang selalu hadir saat Idulfitri. “Tujuan utama halal bihalal ini, yakni untuk mempertemukan dua keluarga besar, yaitu antara anak cucu Bani Abbas dari Desa Dabung, Kecamatan Geger, Desa Amparaan Kecamatan Kokop, dan Desa Lembung Gunung, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura dengan anak cucu Bani Toyo yang ada di wilayah Malang Selatan,” beber Sawardi yang juga generasi ke enam dari Keluarga Bani Toyo ini.
Menurut Sawardi, meski baru berjalan selama enam putaran pertemuan dua keluarga besar ini, namun perkembangannya saat ini lumayan pesat hingga menjadi ribuan orang. Hal itu dengan terbentuknya Ikatan Keluarga Bani Toyo (IKBAT) tahun 2021 lalu yang merupakan gabungan dari Keluarga Bani Geni Adi yang sudah terbentuk sejak 15 tahun lalu.
“Karena Bani Geni Adi dan Bani Toyo ini ternyata masih satu ikatan keluarga, kami bersama keluarga akhirnya sepakat untuk menjadikan satu dengan nama Ikatan Keluarga Bani Toyo(IKBAT),” tandasnya.
Sementara itu, Mashuri salah satu perwakilan dari keluarga milenial Malang Selatan berharap, mudah-mudahan kedepan jalinan tali silaturahmi antara keluarga Jawa dan Madura ini terus tersambung.
“Kami sebagai penerus berkeinginan, agar silaturahmi antara keluarga Jawa dan Madura ini terus terjalin. Meskipun kami sebatas tahu dari silsilah,” ujar Mashuri.
Terpisah, Choirul Anam, salah satu mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan Madura berharap, dengan berlangsungnya acara halal bihalal antara Bani Abbas dan Bani Toyo nanti, antara dua keluarga besar ini terus semangat untuk menjalin silaturahmi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lebaran”]
“Ke depannya bisa lebih kompak bahkan bisa jadi contoh untuk orang lain dalam mempererat tali persaudaraan, baik di Madura maupun di Malang,” harap Anam.
Hal sama juga di tegaskan Agil, Kepala Desa Dabung, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Madura. Agil menuturkan, tujuan halal bihalal ini adalah untuk menciptakan keharmonisan antar keluarga.”
“Halal bihalal merupakan ajang silaturahmi untuk saling memaafkan di momen spesial Idulfitri, dan ini merupakan tradisi turun temurun,” pungkas Agil. [yog/but]






