Mojokerto (beritajatim.com) – Kelompok Asuhan Mandiri (Asman) Kesehatan Tradisional di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto meluncurkan berbagai produk makanan herbal. Macam-macam olahan makanan herbal dihasilkan.
Seperti dawet lidah buaya, stik kelor, manisan belimbing wuluh, permen jeli jeruk, kue temulawak, teh daun telang, dan abon ontong pisang. Olahan makanan herbal tersebut bisa dibeli di Kantor Kelurahan Wates, Puskesmas Wates atau di pesan melalui nomor 085815549462.
“Mereka ini mengembangkan tanaman-tanaman toga secara mandiri, selain bisa dimanfaatkan untuk obat tradisional, mereka juga membuat makanan olahan dari bahan-bahan herbal,” ujar Lurah Wates, Amanullah Widi Prawiro Buwono, Rabu (15/3/2023).
Baca Juga:
https://beritajatim.com/ekbis/pelaku-industri-kuliner-kota-mojokerto-jalani-kurasi-produk/
Selain kenalkan produk olahan makanan herbal, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan senam bersama Yankestrad (Pelayanan Kesehatan Tradisional) Sugihwaras. Yankestrad Sugihwaras memiliki inovasi WALI KE SURGA, akronim Wates Peduli Kesehatan Melalui Akupresur dan Toga.
“Jadi komunitas Yankestrad ini melakukan kunjungan ke anak-anak yang stunting, kemudian dilakukan pemijatan, memberikan ramuan herbal untuk ikut serta mengatasi anak-anak yang stunting,” katanya.
Sementara itu, Penanggungjawab Yankestrad, Irra Repelita, A.Md.Kes, mengatakan, jika saat ini di Kelurahan Wates ada sebanyak 26 kelompok Asuhan Mandiri dengan masing-masing anggota sejumlah 5 hingga 10 orang.
“Sementara Penyehat Tradisional (Hattra) 10 orang anggota. Tugas mereka adalah transfer ilmu, melakukan pembinaan ke masyarakat, seperti melatih pijat bayi, membuat olahan makanan sehat, posyandu lansia dan sebagainya,” ujarnya.
Kedepan Irra berharap, Paguyuban Yankestrad Sugih Waras Kelurahan Wates yang terdiri dari Hattra dan kelompok Asman akan semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga mampu memberikan manfaat Kesehatan bagi warga Kota Mojokerto. [tin/ted]






