Surabaya (beritajatim.com) – Sudah jadi konsekuensi jika membawa barang berlebih saat naik pesawat, maka harus bayar biaya ekstra. Karena alasan inilah, banyak orang menyiasati barang bawaannya.
Tapi, tentu sangat keterlaluan jika yang melakukannya adalah seorang pejabat. Apalagi, dia adalah pejabat tinggi di kepolisian
Inilah yang terjadi di India. Pejabat Senior Indian Police Service (IPS), Arun Bothra, harus berurusan dengan petugas keamanan bandara karena dianggap membawa barang mencurigakan.
“Petugas keamanan di bandara Jaipur meminta untuk membuka tas tanganku,” tulis Arun di Twitter.
Menariknya, Arun yang kini menjabat sebagai Komisaris Transportasi Odisha, membagikan foto sebuah koper berisi kacang polong belum kupas. Dia mengungkapkan gambar itu diambil di bandara Jaipur.
Di bandara tersebut, dia diminta petugas membuka tas tangannya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mungkin setelah pemindai menemukan sesuatu yang tidak biasa di dalamnya.
“Membuka koper mengungkapkan bahwa itu adalah sekotak penuh kacang polong segar – dibeli dengan harga 40 rupee per kilogram,” katanya, dikutip dari ndtv.com.
Tidak jelas apakah Mr Bothra bercanda atau tidak, tetapi postingannya pasti membuat pengguna media sosial geli. Foto itu telah menjadi viral dengan lebih dari 48.000 ‘suka’ dan berbagai komentar lucu.
Parveen Kaswan, petugas Dinas Kehutanan, merasa kisah kacang polong itu adalah hiburan segar di Twitter.
“Penyelundupan mutter (matar (hindi), kacang polong, red)!” ujarnya di kolom komentar.
Dan ketika salah satu pengguna Twitter mengatakan bahwa dia membeli 10 kilo kacang hijau dengan harga 40 rupee per kg di ibukota Rajasthan, Jaipur, Mr Bothra mengatakan “sama”.
“Sama. 40/10,” tulisnya.
Insiden itu juga mengilhami beberapa permainan kata-kata diantara warganet.
“Hope the incident concluded peas-fully,”
“This was such a fruitless task,”
“A matar of much significance. (I am sorry I could not help it),”
“‘Mutter’ of grave concern.” (adg/beq)






