Blitar (beritajatim.com) – Seorang lansia tewas tertemper kereta api di Blitar setelah nekat menyeberangi perlintasan yang telah ditutup dengan cara mengangkat sepeda, dalam kecelakaan maut yang terjadi di Kecamatan Srengat.
Korban diketahui bernama Nandam (74), warga Dusun Balong, Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian usai tertabrak Kereta Api (KA) Kertanegara relasi Malang–Purwokerto.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Lokasi kejadian berada di JPL 206 KM 128, perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang telah ditutup total.
Meski akses telah ditutup, korban tetap berupaya melintas dengan menuntun dan mengangkat sepeda ontelnya melewati pembatas jalan.
“Korban menaiki sepeda ontelnya padahal perlintasan sudah ditutup total,” ungkap Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno, Senin (6/4/2026).
Pada saat bersamaan, KA Kertanegara melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan keras membuat tubuh korban bersama sepeda terpental dari lokasi kejadian.
“Korban saat itu sedang menuntun dan mengangkat sepedanya menyeberangi jalur,” tambahnya.
Petugas Satlantas Polres Blitar Kota bersama Polsek Srengat segera mendatangi lokasi untuk melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), termasuk olah TKP dan evakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Polisi juga telah memintai keterangan dari dua saksi warga sekitar, yakni Jito (60) dan Yanika Riki (36), yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya melintasi jalur kereta api, terlebih pada perlintasan yang telah ditutup secara resmi.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak nekat menerobos atau melintasi jalur tertutup, termasuk dengan cara mengangkat kendaraan melewati pembatas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mencoba melintasi jalur yang sudah ditutup. Keselamatan adalah prioritas utama, jangan sampai memaksakan diri yang akhirnya berujung duka,” pungkasnya.
Kasus kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Blitar Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut. [owi/beq]






