Surabaya (beritajatim.com) – Kecamatan Genteng menjadi wilayah yang paling sering disatroni oleh bandit curanmor Surabaya. Hal itu diakui langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono.
“Daerah yang kerap disatroni pelaku curanmor adalah Kecamatan Genteng. Mereka menyasar sepeda motor yang terparkir di area kantor, toko, maupun rumah warga,” kata Hendro, Selasa (26/03/2024).
Dari data yang disebutkan oleh Hendro, ada jam rawan para bandit curanmor Surabaya beraksi. Namun, kondisinya terus berubah dan tidak bisa dipastikan. “Kadang pukul 21.00 WIB sampai 23.00 WIB, terus ada yang 24.00 WIB sampai 04.00 WIB, pernah ada juga yang pukul 09.00 WIB,” imbuhnya.
Dari periode bulan Januari-Maret 2023 ada 101 kasus curanmor yang di Surabaya. Dari jumlah 101 kasus, ada 81 bandit yang diamankan. Barang bukti yang diamankan adalah 5 unit mobil, 50 sepeda motor dan 19 buah perlengkapan bandit curanmor seperti kunci T dan tang. “Januari (2024) ada 53 kasus curanmor yang kita ungkap, Februari 27 kasus, dan Maret yang masih berjalan baru 21 kasus,” tutur Hendro.
Hendro pun mengucapkan permintaan maafnya karena aksi bandit curanmor membuat masyarakat Surabaya tidak nyaman. Ia menegaskan anggotanya terus bekerja maksimal untuk terus lmenekan angka kejadian curanmor.
“Sepeda motor yang kerap menjadi sasaran pencurian dalam kurun waktu tiga bulan ini adalah, berjenis matic namun yang masih menggunakan kunci manual bukan yang keyless,” tambahnya.
Hendro juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika memarkir sepeda motornya. Yakni menggunakan kunci ganda dan meletakan kendaraan di tempat yang aman. “Terkait kepemilikan sepeda motor, jangan cuman dikunci saja, tetapi diletakan ditempat yang aman, yang ada pemantauan, baik dari sekuriti atau pemantauan khalayak ramai,” ucapnya. (ang/kun)






