Jember (beritajatim.com) – Kresna Unesa mengawali pertandingan di Liga 3 Grup H Jawa Timur dengan kekalahan 0-2 dari Pasuruan United, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Selasa (5/12/2023).
Dua gol anak asuhan Irfan Junaidi itu dicetak Jevalinus Sepnat Sagisolo pada menit 3 dan Mahdi Fatoni melalui titik putih pada menit 30. “Tim kami lengah. Kebobolan pada menit awal membuat mental pemain kami sedikit menurun,” kata David Agus Prianto, pelatih Kresna Unesa.
Pemain-pemain Kresna Unesa masih melakukan sejumlah kesalahan elementer dalam pertandingan tersebut. Trisula lini depan Ahmad Dheni, Bagas Dwi Prayoga, dan Muhammad Sheva Firdaus kurang tenang ketika memasuki lini pertahanan Pasuruan.
Sementara itu di sisi pertahanan, David menilai anak-anak asuhnya kurang berdisiplin. Menghadapi pemain-pemain Pasuruan United yang memiliki kecepatan, ketidakdisiplinan itu berbuah bencana.
“Gol penalti terjadi bukan hanya karena kesalahan lini belakang. Tapi di hampir semua lini, pemain kami lebih banyak bereaksi daripada mengantisipasi. Penalti itu terjadi karena keterlambatan antisipasi,” kata David.
Tertinggal 0-2 di babak pertama, David menginstruksikan para pemain untuk lebih rajin menyerang. Ia memasukkan pemain depan Ahmad Khisni Daro Ini menggantikan Sheva. Mereka diminta tidak memberi kesempatan kepada Pasuruan United untuk menguasai bola dan memanfaatkan sisi sayap di lini pertahanan Kresna.
Kekalahan dalam pertandingan perdana, David akan mengevaluasi lini depan dan pertahanan Kresna Unesa. “:Mereka kurang bisa memanfaatkan peluang. Pemain kami juga kurang tertib dalam mengorganisasi pertahanan,” katanya. [wir]






