Surabaya (beritajatim.com) – Kebakaran hebat yang melanda tujuh bangunan rumah kontrakan di pemukiman padat penduduk di Gang Masjid, Jemurwonosari, Wonocolo, Surabaya pada Rabu malam (17/9/2025). 25 orang berhasil selamat dan diungsikan ke tempat tinggal sementara.
Ketua RW003 Kelurahan Jemurwonosari, Widodo, mengatakan bahwa seluruh warganya berhasil menyelamatkan diri saat musibah kebakaran terjadi. Saat ini sebanyak 25 orang sedang didata oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menerima bantuan logistik kebutuhan sehari-hari.
“Jumlah jiwa yang terdampak kurang lebih ada 25 orang. Saat ini kami masih mencarikan tempat tinggal sementara, dibantu petugas BPBD untuk menyalurkan bantuan logistik,” kata Widodo, Rabu (17/9/2025) malam.
Sementara itu, Untung Pribadi (33), salah seorang penghuni kontrakan yang ludes terbakar mengungkapkan saat ini tidak ada barang-barang miliknya yang tersisa akibat insiden kebakaran tersebut.
“Sudah habis, semua tidak ada yang tersisa,” ujar Untung.
Ia juga mengaku belum mengetahui akan tinggal di mana setelah ini. Untung mengatakan, masih akan mendiskusikan hal tersebut dengan anggota keluarganya.
“Tinggal di mana masih belum tahu. Mungkin nanti masih dipikirkan,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya itu setidaknya melahap habis tujuh rumah kontrakan pada Rabu (17/9/2025) malam.
Diduga kuat, penyebab kebakaran dipicu kompor masak yang lupa dimatikan salah satu penghuni rumah kontrakan. Api kemudian merembet cepat karena sebagian bangunan terbuat dari material non-permanen.
“Informasi yang kita gali, diduga masak, mungkin ditinggal, lupa. Api di dapur merembet ke triplek kayu karena rumahnya non-permanen, sehingga cepat membesar,” ungkap Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, Wasis Sutikno.
Wasis mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas Damkar kebakaran terjadi pada pukul 21.01 WIB. Sebanyak 16 unit mobil damkar turut dikerahkan untuk memadamkan api, terdiri dari 11 unit air dan 5 unit pendukung. “Alhamdulillah korban nihil. Jadi sempat terselamatkan,” tegasnya. (rma/ian)






