Surabaya (beritajatim.com) – Kebakaran gudang tiner CV Rajawali Chemical di Surabaya, Senin (18/12/2023) malam merembet ke dua gudang sisi kanan dan kiri. Akibatnya 4 motor yang terparkir dan 5 mobil truk ludes terbakar.
Pantauan beritajatim.com, 4 motor yang terbakar terparkir di sebelah kiri gudang CV Rajawali Chemical. Sedangkan 5 truck yang ludes nampak terparkir di dalam gudang penyimpanan tiner itu.
Tampak juga petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya masih berjibaku dengan api yang terus membakar tong-tong berisi tiner. Petugas menggunakan campuran busa untuk memadamkan api yang terus meletup-letup.
“Masih kami usahakan mas. Ini kami sudah berusaha mengendalikan api dengan membobol gudang dari belakang, kami semprot air yang dicampur dengan busa untuk memadamkan api,” ujar salah satu petugas.
Sampai berita ini ditulis, DPKP Kota Surabaya telah mengerahkan 30 mobil pemadam kebakaran dan 5 mobil tangki dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.
Sebelumnya, Kebakaran gudang tiner di Jalan Kalianak Madya Nomor 55, Senin (18/12/2023) malam diduga dipicu dari korsleting listrik dari ruang manajemen.
Salah satu saksi yang juga karyawan CV Rajawali Chemical, Sukandar Riyanto (37) mengatakan bahwa sumber api pertama kali muncul karena korsleting listrik di ruangan manajemen. Saat itu korban Handoko dan Yuliana yang juga bos dari CV Rajawali Chemical sedang berada di ruangan.
“Saya sempat berusaha memadamkan dengan APAR. Namun api cepat membesar dan saya langsung menyelamatkan diri,” kata Sukandar diwawancarai di lokasi.
Api lantas menyambar ke gudang yang berisi tiner. Api pun tidak terkendali. Beberapa letupan api sempat terjadi dan membuat pemilik gudang, Handoko dan Yuliana kena luka bakar hingga 50 persen. Selain itu, ada juga Heru Prasetyo yang juga kena luka bakar diatas 50 persen. Sementara, Ibrahim, Karim dan Budi hanya mengalami luka ringan. Ada satu karyawan bernama Umar yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.
“Ada teman saya namanya Umar sampai saat ini belum tahu keberadaannya,” kata Sukandar. (Ang/Aje)






