Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak enam tiang listrik di sepanjang jalan Desa Kemangsen Kec. Balongbendo roboh akibat terhempas angin kencang disertai hujan yang melanda kawasan tersebut Senin (4/10/2024).
Parahnya, di antara tiang listrik yang roboh, ada yang menimpa sebuah truk yang ketepatan melintas. Selain tiang listrik, tak sedikit pula pepohonan yang tumbang dan bangunan warung milik warga yang rusak akibat angin kencang yang ada.
Pantauan di lapangan, ada tiga truk yang tertimpa kabel PLN, karena tiang PLN tersebut roboh ke tengah jalan. Bahkan jalan alternatif yang menghubungkan Krian dengan Balongbendo itu sempat ditutup.
Kanit Lantas Polsek Balongbendo Ipda Sugeng, mengatakan bahwa kejadian tiang PLN yang roboh di jalan Kemangsen terjadi sekitar pukul 13.20 WIB. Robohnya tiang PLN tersebut akibat angin kencang.
“Akibat angin kencang ada 6 tiang PLN yang roboh ke jalan, akibatnya jalan tersebut sempat ditutup untuk sementara,” kata Sugeng.
Sugeng menjelaskan, setelah mendapatkan laporan pihaknya langsung ke lokasi dan menghubungi pihak PLN. Beberapa menit kemudian petugas PLN tiba di lokasi.
“Saat tiang PLN roboh tidak menimbulkan korban jiwa, hanya ada tiga truk yang tertimpa kabel PLN,” jelas Sugeng.
Ia menambahkan, saat ini petugas sedang melakukan evakuasi kabel-kabel yang berada di tengah jalan, sementara itu enam tiang listrik dipinggirkan ke jalan.
Sementara itu jalan Kemangsen ditutup, untuk kendaraan dialihkan melewati jalur utama Krian. Penutupan jalan insya Allah tidak terlalu lama, apabila evaluasi tiang dan kabel selesai jalan segera dibuka,” tukasnya.
Sementara itu Mustain Baladan Kepala BPBD Sidoarjo membenarkan terjadi hujan deras dan angin kencang di Sidoarjo.
Hujan deran dan angin kencang tersebut terjadi di beberapa titik diantara di Kecamatan Taman, Sukodono, Wonoayu, Krian, dan Wonoayu.
“Akibat kejadian tersebut, di daerah Sukodono, Wonoayu, terdapat pohon roboh dan rumah yang rusak dengan kategori rusak ringan. Sementara itu ada enam tiang listrik yang riboh di wilayah Kecamatan Balongbendo,” urainya. (isa/ian)






