Gresik (beritajatim.com) – Imbas meningkatnya kasus tuberkulosis (TB) membuat tenaga kesehatan (Nakes) Gresik diberi pelatihan. Ini karena penyakit TB secara nasional tercatat setiap harinya ada 301 orang meninggal akibat penyakit tersebut. Tingginya penyakit TB tersebut juga menempatkan Indonesia berada di peringkat ketiga di dunia.
Atas permasalahan yang terjadi tersebut, Pemkab Gresik tak tinggal diam dan memberikan perhatian serius. Sejumlah nakes di lingkungan pemkab setempat diberi bekal penanggulangan penyakit menular TBC.
Wabup Gresik Aminatun Habibah (Bu Min) mengaku prihatin ketika mengetahui bahwa di Indonesia merupakan negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
“Penyakit ini harus menjadi perhatian khusus untuk segera ditangani secara serius. Kami ingin warga Gresik
memperoleh pelayanan yang baik terhadap Kesehatan, terutama penanganan terhadap penyakit TBC,” ujarnya, Selasa (18/05/2021).
Bu Min menambahkan, dalam penanggulangan penyakit TBC ini sudah diatur dalam peraturan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan nomor 67 tahun 2016 tentang pedoman penanggulangan TBC yang perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kebutuhan hukum.
“Dalam mengatasi kita berpedoman pada peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang pedoman penanggulangan TBC dan menyesuaikan SOP serta perkembangan ilmu kedokteran yang ada saat ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno dalam laporannya menyatakan, pelatihan ini diikuti sebanyak 25 nakes. “Pelatihan ini berlangsung enam hari. Khususnya dalam penanganan penyakit TB,” tandasnya. [dny/kun]






