Ponorogo (beritajatim.com) – Belum genap sebulan adanya asus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Ponorogo, kini jumlah sapi yang terjangkit PMK sudah mencapai ribuan.
Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo mengakui kewalahan. Sebab, kekurangan medik veteriner (dokter hewan) dan paramedik veteriner (mantri hewan) dalam penanganan sapi yang terjangkit PMK.
Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Masun mengatakan pihaknya saat ini mengerahkan 9 dokter hewan dalam penanganan penyakit yang masuk di Indonesia lebih dari 100 tahun lalu itu.
Apesnya, disaat seperti ini 9 dokter hewan itu harus mengcover 21 kecamatan yang ada di bumi reog. Bahkan dokter hewan yang bertugas di Kecamatan Pudak, yang kasus PMK-nya tinggi harus menangani 2 kecamatan.
“Kami sangat kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk penanganan PMK inj,” kata Masun, Jumat (17/6/2022).
Untuk mengurai permasalahan SDM tersebut, Masun menghadap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko untun merekrut tenaga relawan penanganan PMK. Yakni terdiri dari 12 dokter hewan dan 10 mantri hewan. Perekrutan itu akan dimulai dalam waktu dekat, menilai urgensi permasalahan ini.
“Bupati juga sudah menyetujui hal itu (perekrutan relawan PMK). Kita dalam waktu dekat akan melakukan perekrutan 22 orang. Yakni 12 dokter hewan dan 10 mantri hewan, ” ungkapnya.
Selain perekrutan relawan PMK, Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, juga menunggu bantuan SDM dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang telah bekerjasama dengan 3 universitas yang ada jurusan dokter hewan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penyakit-mulut-kuku”]
Keterbatasan SDM ini juga berdampak pada pelaporan sapi yang mati karena terjangkit PMK. Karena petugas fokus pada pengobatan yang memang lebih utama. Dan pengecekan untuk sapi yang mati jadi terbengkalai. Lebih lanjut, data terakhir kasus PMK di Ponorogo sudah lebih 4000 ekor sapi yang terpapar. Dari jumlah itu, sebanyak 75 persen dari Kecamatan Pudak.
“Tenaga kami konsen ke pengobatan, karena itu pengobatan jauh lebih utama,” pungkasnya. (end/ted)






