Ngawi (beritajatim.com) – Sudah dua kali kasus pencurian bermodus petugas penyalur bantuan sosial terjadi di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Korban rata-rata adalah warga berusia lanjut atau lansia.
Kapolsek Widodaren, AKP Zainal Arifin membenarkan jika pencuri yang bermodus sama melakukan di dua lokasi. Pertama di Desa Karangbanyu tepatnya di rumah Rukmini (78) pada Kamis (13/10/2022) dan yang kedua di rumah Darsi (58) warga Desa Banyubiru tepatnya pada Selasa (18/10/2022)
Dari Rukmini, pelaku berhasil menggondol uang tunai Rp1,3 juta dan kalung emas seberat 10 gram. Sementara, dari Darsi pelaku menggondol satu kalung seberat 10 gram dan tiga cincin seberat 2 dan 4 gram.
Namun, ciri pelaku yang disampaikan oleh korban berbeda. Diduga, pelaku merupakan komplotan dengan modus kejahatan yang sama.
“Di Karangbanyu, pelaku pakai motor Honda PCX, perawakannya rata-rata. Namun, tak banyak saksi yang melihat. Namun, dari penuturan korban cirinya begitu. Sementara yang di Banyubiru, perawakan pelaku tinggi besar dan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion,” kata Zainal pada beritajatim.com, Rabu (19/10/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ngawi”]
Saat ini pihaknya sudah mengantongi rekaman CCTV di dekat rumah korban. Pun, pihaknya sedikit kesulitan karena tak banyak saksi yang melihat pelaku. Namun, Zainal optimis jika pihaknya segera menangkap pelaku.
“Kami agak kesulitan karena minim saksi ya. Tapi, kami masih cari terus rekaman CCTV di dekat lokasi kejadian. Kami masih terus melakukan pelacakan,” katanya.
Dia pun mengimbau pada seluruh kepala desa dan lurah agar memberitahu warganya agar waspada dengan tamu tak dikenal yang mengaku petugas. Terlebih menawarkan bantuan atau sejumlah uang. Jangan sampai mereka masuk ke rumah. Jika mencurigakan lebih baik segera melapor ke RT atau perangkat desa.
“Jika ada petugas yang mengaku menyalurkan atau memberi bantuan jangan langsung percaya. Jika tidak kenal dan mengaku petugas lebih baik konfirmasi dulu ke perangkat atau kepala desa. Supaya kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” pungkas Zainal. [fiq/beq]






