Pasuruan (beritajatim.com) – Kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Pasuruan semakin menyusut. Menurut Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Nur Alfiyah pada bulan November kasus LSD di Kabupaten Pasuruan hanya 168. Meski kasus LSD pada sapi semakin menurun namun Pasuruan tetap genjot upaya vaksinasi.
Kasus ini terus menurun seiring digenjotnya vaksinasi yang dilakukan oleh Kepala Dinas Peternakan. Setidaknya sudah lima bulan kasus LSD di Kabupaten Pasuruan menurun secara signifikan.
“Saat ini pada bulan November 2023 kasusnya sudah mulai menurun, ada 168 kasus LSD yang ada saat ini. Ini terus menurun secara signifikan selama lima bulan terakhir,” kata Fi sapaan akrabnya.
BACA JUGA:Baliho Capres Prabowo ‘Gemoy’ Mulai Bermunculan di Kabupaten Malang
Sementara itu kasus penyakit kulit dan kuku (PMK), yang dialami oleh beberapa ternak warga seperti sapi, juga turun. Bahkan kasus PMK di Kabupaten Pasuruan sudah tidak ada lagi atau zero kasus.
Penyuntikan vaksin yang dilakukan kepada sejumlah hewan ternak warga ini guna mengantisipasi malam natal dan tahun baru. Fia juga mengatakan bahwa sampai saat ini hewan ternak yang ada di Kabupaten Pasuruan masih dipastikan aman sampai nataru.
“Kami terus menggenjot vaksinasi, ini juga untuk mengantisipasi malam tahun baru yang jatuh pada bulan depan. Kami juga memastikan bahwa daging ternak seperti sapi yang dijual nantinya juga sudah terbebas dari penyakit,” tambahnya. (Ada/Aje)






