Mojokerto (beritajatim.com) – Laporan Tahunan BP Jamsostek Kanwil Jatim tiga tahun terakhir menunjukkan data jumlah kecelakaan kerja terus meningkat. Pada 2021, angka kecelakaan kerja sebanyak 40.332 kasus, 2022 sebanyak 47.524 kasus, dan 2023 sebanyak 58.709 kasus.
Namun tren pekerja yang meninggal dan fatality akibat kecelakaan kerja di Jawa Timur terus mengalami penurunan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa usai memimpin Apel Menyongsong Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di PT Ajinomoto Indonesia di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (11/1/2024).
“Yaitu sebanyak 755 fatality di tahun 2021 menurun menjadi 516 fatality di tahun 2022 dan kembali turun menjadi 460 fatality pada tahun 2023. Tingkat kasus di Jawa Timur setiap tahun semakin menurun. Artinya komitmen dunia usaha dan dunia industri kerja makin bagus karena itu sinergitas seluruh stakeholder,” ungkapnya.
Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen terkait dunia usaha dan dunia industri kerja (dudika) baik formal maupun informal untuk menjaga K3. Salah satu kunci penting dari pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul adalah dengan membangun budaya K3 yang baik. Dengan adanya budaya K3 yang unggul, maka angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja akan dapat ditekan.
“Ini terkait banyak hal. Pasti nilai ekonominya menjadi meningkat, pasti daya saing kita juga menjadi meningkat dan pasti semua menjadi win-win profid dan win-win profid itu menjadi sangat penting. Sehat itu investasi, maka jangan melakukan sesuatu yang tidak sehat. Life style kita juga harus sehat maka kesehatan bagi dunia ketenagakerjaan menjadi sangat penting,” katanya.
Berdasarkan Laporan Tahunan BPJamsostek Kanwil Jatim, coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Tahun 2021 sebanyak 3.864.311 peserta, tahun 2022 bertambah menjadi 4.456.888 peserta dan tahun 2023 kembali meningkat menjadi 5.074.485 peserta.
“Hal ini terjadi disebabkan karena berbagai hal. Diantaranya peran dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menerbitkan regulasi dan mengalokasikan anggaran, peningkatan kepatuhan Pemberi Kerja atau Badan Usaha dan peningkatan awareness masyarakat pekerja, baik formal dan informal terkait pentingnya penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Tren jumlah pekerja yang meninggal dunia atau fatality akibat kecelakaan kerja di Jatim cenderung menurun sejak tiga tahun terakhir. Berdasarkan data tersebut, menjadi indikasi bahwa pelaksanaan K3 makin menjadi perhatian dan prioritas bagi dunia kerja di Indonesia. Untuk itu, Gubernur Khofifah mengajak dan mendorong terus kepada pengurus Perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara konsisten.
“Ya ini sebagaimana ketentuan perundangan yang berlaku, sehingga budaya K3 melekat pada setiap individu yang berperan serta di perusahaan dan peningkatan produktivitas kerja. Seluruh tenaga kerja dapat terus meningkatkan budaya K3 khususnya di tempat kerja, sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga asset perusahaan dan mendukung keberlangsungan usaha,” paparnya.
Berdasarkan data sensus ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui bahwa terdapat 477.861 perusahaan di Jawa Timur. Terdiri dari 414.189 perusahaan skala kecil, 58.668 perusahaan skala menengah, dan 5.004 perusahaan skala besar. Provinsi Jawa Timur berkomitmen kuat untuk mewujudkan pekerjaan layak dan memastikan bahwa persoalan ketenagakerjaan dan tenaga kerja.
Termasuk dalam Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi perhatian utama dalam program pembangunan di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga senantiasa mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai pemangku kebijakan K3 Nasional.
Pada tahun 2023, Gubernur Jawa Timur menerima penghargaan sebagai Pembina K3 Terbaik Nasional. Penghargaan ini merupakan penghargaan ke-5 kali yang diterimanya secara berturut-turut sejak tahun 2019. Selaras dengan hal tersebut, Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi selalu menggaungkan dan mengimplementasikan budaya K3 dalam setiap aktivitas bermasyarakat.
Termasuk mendorong perusahaan-perusahaan di Jawa Timur agar selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kesehatan para pekerjanya. Jumlah perusahaan yang menerima penghargaan K3 dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dan pada tahun 2023 ini jumlah Penghargaan K3 Gubernur Jawa Timur yang akan diberikan sebanyak 612 penghargaan.
Dengan perincian Pembina K3 kepada 10 Bupati/Walikota terbaik diantaranya Walikota Surabaya, Bupati Gresik, Bupati Pasuruan, Bupati Sidoarjo, Bupati Lamongan, Bupati Tuban, Bupati Mojokerto, Walikota Madiun, Bupati Malang dan Bupati Jombang. Zero Accident Award (Kecelakaan Nihil) : 363 Perusahaan, Sistem Manajemen K3 (SMK3) : 163 perusahaan, Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV-AIDS) : 86 perusahaan. [tin/beq]
![Kasus Laka Kerja di Jawa Timur Meningkat, Fatality Turun Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memimpin Apel Menyosong Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di PT Ajinomoto Indonesia di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/01/VideoCapture_20240111-153750_SiQbO3To2O-1024x576.jpeg)






