Mojokerto (beritajatim.com) – Selain memperketat protokol kesehatan sampai level Rukun Tetangga (RT), Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto juga menggelar disinfeksi massal. Penyemprotan cairan disinfektan digelar selama satu pekan untuk memutus penyebaran virus Corona yang kian melonjak.
Kamis (24/6/2021), penyemprotan dilakukan di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Kecamatan Mojosari menjadi satu dari enam kecamatan di Kabupaten Mojokerto zona oranye penyebaran Covid-19. Sebanyak 172 warga Kecamatan Mojosari positif Covid-19, dengan rincian empat kasus aktif, satu pasien meninggal dunia dan 167 pasien sembuh.
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander bersama Bupati Ikfina Fahmawati, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono memimpin penyemprotan. Dengan menggunakan mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dan watercanon, penyemprotan menyasar pusat keramaian di Kecamatan Mojosari.
[berita-terkait number=”5″ tag=”polres-mojokerto”]
Mereka juga blusukan ke permukiman padat penduduk di Kelurahan Kauman, Kecamatan Mojosari sambil menggendong alat semprot disinfektan. Tak hanya penyemprotan, mereka juga mensosialisasikan vaksinasi Covid-19 gratis yang rencananya akan digelar pada, Sabtu (24/6/2021) di Polres Mojokerto.
“Sasaran penyemprotan seluruh wilayah kecamatan. Muspika dan tiga pilar desa serentak melakukan penyemprotan. Dalam satu minggu ini kami rutinkan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto,” ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.
Selain Mojosari, lanjut Kapolres, terdapat lima kecamatan di Kabupaten Mojokerto yang juga menjadi zona oranye. Artinya, risiko penyebaran Covid-19 di enam kecamatan tersebut tergolong sedang. Yakni Kecamatan Pungging sebanyak 182 kasus, Bangsal sebanyak 247 kasus, Puri sebanyak 202 kasus, Sooko sebanyak 227 kasus.
Kecamatan Mojoanyar sebanyak 181 kasus. Sementara itu, jumlah warga Kabupaten Mojokerto yang terinfeksi Covid-19 bertambah 165 orang dalam sepekan terakhir. Kamis (17/6/2021) pekan lalu sebanyak 2.567 jiwa menjadi 2.732 jiwa pada, Rabu (23/6/2021) kemarin. Terdiri dari 221 kasus aktif, 2.437 pasien sembuh, serta 74 pasien meninggal dunia.
Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto juga memaksimalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, Testing, tracing dan treatment (3T) serta prokes 5M ditingkatkan sampai level rukun tetangga (RT). Petugas juga akan menggalakan Operasi Yustisi dengan tujuan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan.
“Imbauan kami, masyarakat wajib mematuhi prokes 5M. Masyarakat yang punya hajatan, kami imbau supaya mengajukan permohonan ke Satgas terlebih dahulu sehingga kami bisa telaah dan kami lakukan pengecekan. Kalau tak mematuhi prokes maka akan kami bubarkan,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengakui jika kasus Covid-19 di wilayahnya terus melonjak dalam sepekan terakhir. Selain mengoptimalkan PPKM skala mikro, pihaknya juga akan meningkatkan tracing. “Terutama tracing kami giatkan lagi dengan target yang lebih besar,” tegasnya. [tin/kun]






