Malang (beritajatim.com) – Usaha rintisan (startup) yang dibuat oleh generasi muda makin marak. Mereka berlomba-lomba untuk mengerahkan kreativitasnya untuk berinovasi dalam memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan yang terjadi.
Seperti yang dilakukan oleh Karla Bionics. Startup binaan Insitut Teknologi Bandung (ITB) ini bergerak di bidang desain dan engineering dengan pendekatan interdisipliner untuk mengembangkan produk tepat guna dengan menerapkan bisnis keberlanjutan.
Karla Bionics mengadopsi Konsep Teknologi Tepat Guna, awalnya diperkenalkan sebagai Intermediate Technology oleh ekonom Dr. Ernst Friedrich “Fritz” Schumacher, mendapatkan momentum sebagai pendekatan penting untuk pembangunan berkelanjutan.
“Kami mengembangkan produk seperti “Raga Arm” yang didesain untuk bisa membuat difabel lebih percaya diri saat beraktivitas sehari-hari dan “Mega Arm” yang didesain untuk kebutuhan vokasional,” kata Arief Indra Muharam, CEO & Co-Founder Karla Bionics.
“Kami juga menyebarkan pesan #proudactive yang diambil dari istilah produktif dengan makna menerima kondisi diri saat ini dengan tetap bangga menjadi diri sendiri serta tetap aktif melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan terdekatnya,” papar dia.
Bekerja sama dengan BUMN, Pemerintah Kota, NGO, dan CSR Focuses Enterprise, Karla Bionics berupaya merancang program yang lebih kreatif dan berdampak. Sehingga, mereka dapat menjalin hubungan yang tidak hanya sebagai penerima-pemberi alat bantu dengan para penyandang disabilitas melainkan juga dapat menjadi penggerak untuk mereka kembali optimis dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Utamanya, yang memiliki tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga.
“Para penyandang disabilitas terutama yang memiliki tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga akan kita upayakan untuk mendapat kemudahan memperoleh manfaat dari lengan prostesis Karla Bionics, akan mengusahakan bekerja sama dengan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan ataupun Program Badan Amil,” kata dia.
Saat ini pengguna kami datang dari berbagai usia, profesi dan latar belakang seperti pelajar, tentara, drummer, professional welder, forger/blacksmith, serta pengusaha. Prioritas dalam program karla bionics adalah membuat pengguna aktif kembali dalam kegiatan sosial, komunitas positif dan spiritual sebelum bisa berdampak kepada ekonomi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Tak hanya itu, Karla Bionics juga saat ini mengembangkan produk untuk mendukung kondisi difabel lainnya seperti cerebral palsy dan bercita-cita untuk bisa mengembangkan teknologi exoskeleton untuk bisa membuat orang yang mengalami difabel kelumpuhan menjadi #proudactive.
“Saat ini Karla Bionics juga telah memiliki dua patent pending yakni untuk teknologi genggaman versatile gripping technology dimana dengan prinsip mekanisme whippletree sehingga memiliki jenis genggaman intuitif yang dapat mengikuti berbagai bentuk benda yang digenggam,” imbuh dia.
Termasuk, adjustable socket system atau socket yang dapat menyesuaikan dengan berbagai ukuran mengikuti prinsip sepatu lari (running shoes) yang nyaman dan telah dikaji secara medis tidak menyebabkan ruam untuk penggunaan dalam durasi lama.
“Inovasi adjustable socket system ini diperuntukkan menyelesaikan masalah yang selama ini dialami para penyandang disabilitas dimana soket terasa panas ketika digunakan dalam durasi yang lama karena tidak terdapat sirkulasi udara,” tandas dia. (ted)
================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






