Sumenep (beritajatim.com) – Balap liar di jalan raya menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi sedemikian rupa, tampaknya mulai menjadi trend di kalangan anak muda Sumenep.
Di beberapa lokasi di kawasan Kota Sumenep, kerap menjadi ‘arena’ ilegal balapan sepeda motor itu. Pelakunya hampir seluruhnya merupakan usia pelajar SMP dan SMA. Malam minggu merupakan waktu favorit bagi anak-anak muda ini untuk melepas ‘hasratnya’ kebut-kebutan di jalan. Tentu saja mereka memilih waktu tengah malam, agar ‘aman’. Aman dari kejaran polisi, juga aman dari umpatan pengguna jalan lainnya.
Namun sebenarnya, aparat kepolisian pun sudah mengendus modus-modus itu. Beberapa kali, lokasi yang kerap menjadi ajang balap liar seperti di Jl. Trunojoyo, Jl. Diponegoro, maupun Jl. Lingkar, ‘disanggong’ ketika tengah malam. Tak heran kalau puluhan peserta balap liar ini tertangkap polisi dan sepeda motornya disita.
Namun tampaknya itu tidak juga membuat anak-anak muda ini jera. Mereka justru seperti ‘tertantang’ untuk ‘kucing-kucingan’ dengan aparat. Saat petugas merazia di jalan A, maka mereka berada di jalan B. Ketika petugas bergeser ke jalan B, para ABG ini pindah ke jalan C. Begitu seterusnya. Terbatasnya jumlah petugas tampaknya juga menjadi kendala tersendiri untuk ‘memberangus’ balap liar secara massal.
Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko mengatakan, anggotanya tidak pernah bosan untuk melakukan patroli dan razia balap liar. Setiap malam Minggu, petugas akan mendatangi titik-titik yang kerap dijadikan lokasi balap liar. “Setiap razia, ada sekitar 17-20 sepeda motor yang kami amankan. Mereka peserta balap liar, sekaligus pengguna knalpot brong,” katanya, Selasa (02/01/2024).
Menurutnya, penggunaa knalpot brong di ajang balap liar sangat mengganggu ketenangan warga. Apalagi itu dilakukan di jam-jam tidur dan di dekat pemukiman. “Kami cukup banyak mendapat keluhan masyarakat tentang balap liar dan knalpot brong. Karena itu, kami gencarkan razia balap liar,” terangnya.
Terlebih menjelang malam tahun baru kemarin, lanjut Kapolres, pihaknya menggelar patroli besar-besaran dan razia dengan masif. Tentu saja harapannya untuk menekan aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong.
Menurut Kapolres, tumbuh suburnya aksi balap liar dengan sepeda motor modifikasi berknalpot brong itu karena di kalangan anak muda, dinilai berkaitan dengan ‘prestise’. “Yang dimodifikasi dengan menggunakan knalpot brong, tidak sedikit lho yang merupakan sepeda motor mahal. Misalnya Yamaha R15, yang harganya sekitar 45 juta. Juga ada beberapa sepeda motor lain yang harganya puluhan juta. Ini karena mereka menganggap sebagai ‘prestise’. Seolah-olah menjadi kebanggaan tersendiri,” paparnya.
Anggapan keliru itu diperparah dengan bergabungnya anak-anak muda itu dalam kelompok-kelompok yang menyukai balap liar, dan menganggap balap liar sebagai ajang pembuktian ‘nyali’. “Makanya tidak jarang balap liar ini juga disertai taruhan. Biasanya ini antar kelompok atau geng-geng anak muda,” tukas Kapolres.
Karena itu, pihaknya tidak segan-segan menyita kendaraan mewah berknalpot brong yang ditemukan di ajang balap liar. Apabila pemilik kendaraan akan mengambil sepeda motornya, maka harus menunjukkan dokumen kepemilikan, dan mengembalikan dalam kondisi knalpot standar. “Nanti knalpot modifikasinya kami tahan di Polres, kemudiam kami musnahkan dengan cara digergaji. Ini supaya knalpot brong tidak bisa digunakan lagi, dan memberi efek jera bagi penggunanya,” pungkas Kapolres. (tem/kun)






